Top Social

Sekeping Cerita Berjudul Jodoh

Senin, 18 Januari 2021

          Adalah suatu hal yang tak bisa kita terka-terka, baik itu terkait dengan takdir kehidupan yang kita jalani, dengan siapa kita akan menjalaninya maupun dengan cara apa kita akan dikembalikan padaNya. Keseluruhan hal itu sudah tercatat dalam lauh mahfuudz, sudah tercatat dengan amat rapi. Oleh karenanya, tak ada sesuatu yang kebetulan di dalam dunia ini.

 

Usia 24, ketika Mama sudah sering bertanya.

          Bagi sebagian orang, mungkin usia 24 adalah masa di mana seseorang sedang asyik-asyiknya mengejar karir atau ada juga yang masih menyelesaikan studi, atau bisa jadi ada yang sedang sibuk mengurus keluarga. Nah satu di antara pengelompokan tiga orang tersebut ada aku di dalamnya, seseorang yang sedang menyelesaikan studinya. Saat itu sekitar tahun 2015 aku adalah salah satu mahasiswa tingkat akhir yang sedang berjuang menyelesaikan studi di tanah perantauan, yakni Yogyakarta. Jauh dari orang tua dan sanak keluarga, belum lagi saat itu aku menggunakan tongkat kruk karena patah kaki saat kecelakaan motor di Pacitan, belum lagi deadline tesis yang selalu memanggil-memanggil, membuat diriku terkadang seringkali menangis di kamar kost. Jika sudah tak kuat, terkadang tetangga kost menjadi tempat curahan hati yang paling pas untuk menumpahkan uneg-uneg. Mungkin saja sahabatku (orang asli Madiun), yang kamarnya berseberangan dengan kamarku sudah sangat maklum, ketika aku masuk kamarnya dan menangis sesenggukan karena kadang bingung mau menulis apa lagi dalam tesis. Bukan perkara mudah, karena entah mengapa, metode penelitian yang kupilih waktu itu cukup sulit untuk kupahami. Padahal awalnya metode itu kupilih karena kusangka mudah untuk dikerjakan, karena hanya studi literature saja tanpa harus menggunakan responden ataupun wawancara saat pengumpulan data. Namun ternyata setelah kudalami dan kukerjakan, metode itu amat sulit kupahami. Belum lagi judul yang kupilih, pada akhirnya menggiring aku untuk memahami politik populis, di mana literatur tentang politik populis sangat jarang sekali yang berbahasa Indonesia, sehingga aku harus menerjemahkan lembar demi lembar berbahasa Inggris sendirian tanpa bantuan penerjemah. Rasa-rasanya ingin menyerah di judul tersebut, namun menurutku sangat tanggung jika tidak diselesaikan dan harus mengulang dari awal dengan judul baru.

         

sumber gambar tokopedia.com
        Belum lagi telepon yang hampir setiap hari datang dari orang tua, khususnya mamaku, “Sudah sampai mana tesisnya? Jangan kebanyakan main ya, setiap hari harus dikerjakan, apalagi sekarang Bapak sudah pensiun, kamu harus segera selesai kuliahnya,” ujar mamaku setiap kali menelepon. Belum lagi nanti beliau bercerita bahwa anak teman-temannya sudah pada kirim undangan ke rumah. “Tuh Yu, mama sudah dapat undangan lagi dari anaknya ‘tante ini’ dan anaknya ‘tante itu’, kayaknya mereka seumuran kamu deh, kira-kira kamu kapan ya cetak undangan? Ngomong-ngomong kamu udah ada yang deketin belum sekarang? Harusnya tuh ya umur kayak kamu itu sudah ada calonnya,ya paling nggak orang yang mau ngajak  serius gitu,” ujar mamaku panjang lebar. “Iya deh iya, nanti juga kalau sudah ada jodohnya bakalan cetak undangan juga kok Ma, tenang aja,” jawabku. “Lah iya, kalau tidak ada usaha, mana ada jodoh tiba-tiba datang, minimal sudah ada ‘pegangan’ (pegangan di sini maksudnya orang yang dekat dengan anaknya menurut mamaku) gitu loh.” “Lah kalau pegangan itu ya ke Alqur’an dan hadits toh Ma, bukan sama orang lain, hehe,” aku kembali menjawab dengan nada bercanda.

          Ya begitulah hari-hariku saat itu di perantauan, aku hanya terus berdoa agar nantinya tesis ini segera selesai, sehingga bebanku yang cukup menyita waktu ku saat itu bisa terlepas. Walau kadang lelah melanda, tetapi aku tetap optimis untuk bisa selesai walau kondisiku saat itu terbatas. Benar-benar tak menyangka sebelumnya bahwa aku harus menggunakan kruk saat berjalan dan menumpang ojeg motor saat harus pulang pergi ke kampus. Tapi aku yakin, semua ini akan berakhir, semua ini akan selesai. Kadang ada saja hal-hal yang mungkin jika diingat sekarang cukup membuatku bersedih, ketika di mana aku seringkali hanya melamun di perpustakaan tanpa menulis apapun. Sampai-sampai diingatkan pegawai perpus bahwa perpustakaan akan tutup, sementara aku tak sadar kalau sudah taka da lagi pengunjung perpus saat itu. Belum lagi ada perasaan minder yang kadang menerpa, di mana orang lain bisa berjalan dan berlari, sementara aku hanya bisa berjalan sedikit demi sedikit dengan tongkat kruk. Tapi aku yakin, sangat yakin, suatu saat aku bisa sembuh juga.

          Dan ternyata satu persatu doaku terjawab. Setelah menulis tesis sekitar 10 bulan lamanya pascacuti (karena kecelakaan), akhirnya aku diberikan kesempatan untuk mengikuti sidang tertutup dan dinyatakan lulus di pertengahan tahun 2016. Merupakan suatu kenyukuran juga, karena saat menjalani sidang aku sudah tidak menggunakan kruk lagi dan saat wisuda aku sudah bisa berjalan dengan normal. Dan tentunya pertanyaan mamaku terkait jodoh masih saja berjalan, “kira-kira kapan nih anak mama kirim undangan?.”

 

Kembali dari Perantauan

            Sesudah wisuda, aku pulang kembali ke Bengkulu. Saat itu aku menjadi salah satu tenaga pengajar di salah satu universitas swasta di Kota Bengkulu. Selain itu aku juga menjadi tenaga pengajar di IAIN Bengkulu dan juga UT (Universitas Terbuka). Jam mengajarku cukup padat saat itu karena harus mengajar di 3 universitas sekaligus. Belum lagi aku juga harus mengajar di luar Kota Bengkulu, karena mengajar UT.

sumber gambar elevenia.co.id

                Karena saat mengajar aku masih lajang, ada saja orang-orang di tempatku bekerja yang menjodoh-jodohkan diriku dengan rekan kerja lainnya. Belum lagi mahasiswa-mahasiswa iseng yang terkadang menjodohkan aku dengan teman-temannya, menurutku ada-ada saja mereka ini, maklum, karena saat itu aku memang sedang tidak dekat dengan siapa-siapa. Karena menurutku, untuk seusiaku saat itu, bukan saatnya lagi untuk main-main berkenalan dengan lawan jenis. Aku tentunya lebih memilih untuk berkenalan dengan orang lain yang memang mau mengajakku serius.

          Tentunya bukan satu dua kali teman-temanku menjodohkanku. Tapi entah mengapa aku yang saat itu kurang sreg atau terkadang malah ditinggal menikah duluan tanpa ada petemuan di awal (jadi cuma sekedar dijodoh-jodohkan saja, kasian bener sih aku waktu itu :D). Aku sih hanya bisa menguatkan doa saja, semoga aku dijodohkan dengan orang yang sholeh dan juga sesuai dengan kriteriaku tentunya, aku ingin sekali memiliki jodoh seorang dosen, tapi kalau memang bukan dosen tak apalah, yang penting sholeh.

 

          Ketika Harus Memilih

Di antara 3 pilihan
Sumber Gambar shopee.co.id

Pilihan Pertama

  Seiring berjalannya waktu, aku hanya menyibukkan diriku dengan bekerja. Aku menikmati hari-hariku sebagai seorang pengajar saat itu. Singkat cerita ada suatu pekerjaan yang membuatku harus sering lembur di kampus swasta tempat aku mengajar. Tentunya saat lembur hingga malam hari, kami juga ditemani dengan rekan kerja laki-laki. Saat itu ada satu rekan kerja yang seringkali aku tanyakan soal pekerjaan yang sedang dikerjakan dan otomatis aku cukup sering berinteraksi dengannya. Pada akhirnya bukan saja urusan pekerjaan yang sering kami diskusikan, tetapi juga seringkali bertanya tentang tahun lahir dan keluarga masing-masing. Belum lagi kami seringkali berbagi cerita tentang visi misi hidup ke depannya dan menurutku saat itu kami satu visi misi, namun ternyata rekan kerjaku saat itu terpaut usia dua tahun di bawahku.

          Karena seringkalinya kami berinteraksi, maka rekan kerja kami yang lain seringkali mengganggu kami, bahkan ada yang bilang, “sudah buruan lamar saja, nanti keburu diambil orang.” Tentunya rekan kerjaku saat itu hanya tersenyum saja. Kalau ditanya saat itu, tentunya rekan kerjaku ini memenuhi salah satu kriteriaku, karena saat itu ia juga seorang tenaga pengajar di perguruan tinggi. Tapi ya aku biarkan saja mengalir apa adanya, toh menurutku kami juga baru saja berkenalan. Walaupun terkadang pembicaraan kami ada yang mengarah-arah ke arah pernikahan.

 

Pilihan Kedua

          Mengajar di UT mengharuskan aku untuk mengajar di luar Kota Bengkulu. Salah satu Kabupaten yang berjarah 4 jam dari kota Bengkulu saat itu menjadi tempatku untuk mengajar di sana setiap hari Sabtu dan Minggu. Qadarullah, saat itu salah satu temanku sesama orang Bengkulu baru saja menyelesaikan studi Masternya di UGM dan sedang mengunjungi kedua orang tuanya di kabupaten tempat aku mengajar.

          Temanku yang saat itu mengetahui bahwa aku sedang mengajar di sana, seringkali mengunjungiku di tempat mengajar seusai aku mengajar dan suatu hari, ia mengundangku untuk makan siang dan berkenalan dengan keluarganya. Ia berkata padaku bahwa aku adalah satu-satuya teman perempuan yang ia perkenalkan pada keluarganya. Dan saat lebaran tiba, ia juga berkunjung ke rumahku dan aku berkunjung ke rumah tantenya. Saat aku berkunjung ke rumah tantenya, aku malah ditanya pertanyaan yang membuatku cukup terkejut,”Ayahnya itu sudah ingin menantu, keponakanku itu orang yang baik loh,jadi tunggu apalagi?.” Aku hanya tersenyum, “Loh Tante, aku ini cuma temenan  loh sama keponakan Tante,” ujarku saat itu. Saat aku ceritakan perihal pertanyaan itu pada temanku, dia malah berkata,”Kenapa tidak diiyakan saja sih,” ujarnya sambil tersenyum.

          Entahlah aku juga tak mengerti saat itu apa maksud semua ini, yang jelas ketika ia bertanya padaku, kriteria pasangan hidupmu apa sih? Lagi-lagi aku menjawab, kalau bisa sih dosen. Dan dia hanya menjawab, sayangnya aku bukan dosen. Tapi aku berkata lagi pada waktu itu, kan kalau bisa, kan yang penting sholeh. Dan selanjutnya tak ada lagi pembicaraan soal jodoh atau apalah itu terkait pernikahan, walau  sesekali waktu kami masih bersilaturahmi melalui pesan WA.

 

Pilihan Ketiga

          Aku yang saat itu masih ingin mendapatkan kesempatan bekerja di tempat lain,mencoba untuk mencari link-link yang tentunya membuatku bisa mendapatkan informasi tentang lowongan pengajar. Saat aku membuka salah satu profil pertemanan di Fb ada profil salah seorang pengajar di Universitas Bina Nusantara Jakarta. Tak lama setelah aku add pertemanan,orang tersebut justru mengirim message Fb padaku. Ia berterima kasih padaku karena sudah menjadikan ia temannya dan ia bertanya padaku apakah aku ke Bengkulu ikut suami atau bagaimana. Ya jelas bukan ikut suami, toh menikah saja belum. Aku juga ingat,kalau orang ini sepertinya dulu pernah sekelas denganku saat di UGM, hanya saja ia adalah mahasiswa S3 yang ikut kelas kami saat itu karena dosennya sama. Aku juga ingat bahw aku sering berpapasan dengannya saat di perpustakaan pusat, tetapi kami sama sekali tak pernah saling sapa.

          Hingga akhirnya, orang ini meminta nomor WAku. Entah apa yang membuat ia seringkali bertanya padaku layaknya orang yang sedang sensus penduduk. Adapun pertanyaannya seperti, orang tua kerja di mana, berapa bersaudara, asal orang tua dari mana, kriteria suami bagaimana. Loh menurutku kok orang ini aneh sekali, baru juga kenal kok pertanyaannya banyak sekali.Sampai-sampai aku curhat dengan sahabatku, kenapa orang ini, kok banyak sekali tanya? Sahabatku kemudian berinisiatif bertanya padanya perihal pertanyaan-pertanyaan yang ia berikan padaku. Sahabatku bertanya padanya melalui pesan FB  maksudnya apa ya bertanya begitu dengan Yue? Kalau memang mau mencari jodoh, sahabatku itu juga sedang mencari jodoh, jadi jangan kebanyakan basa-basi. Pesan sahabatku dijawab iya saya sedang mencari jodoh, tetapi saya ingin selesaikan studi doktoral dulu yang akan selesai sebentar lagi dan nanti saya insyaAllah akan ke Bengkulu.

          Saat itu tentunya ada rasa GR di dalam diriku, tetapi ah apalah artinya kata-kata kalau tanpa pembuktian. Malah ada beberapa waktu saat itu kami lose contact. Aku pasti merasa kecewa, dalam pikiranku ah sudahlah mungkin belum jodohnya,memang belum waktunya aku menikah dalam waktu dekat ini.

 

Saatnya Membuat Keputusan

          Hari demi hari berlalu, untuk ketiga orang ini, masih saja memberikan kabarnya melalui pesan WA padaku. Apalagi rekan kerjaku itu, sekali dua waktu pasti kami bertemu.Walau mengajar di satu kampus yang sama, namun gedung kuliah kami berjauhan sehingga kami tak sering bertemu. Untuk temanku yang satu itu (yang baru saja lulus UGM), ia sedang berjuang mencari pekerjaan, hingga kabar akhir kuterima darinya bahwa ia telah diterima menadi salah satu tenaga kontrak di salah satu dinas pemerintahan di Pulau Jawa.

Aku hanya berdoa, siapapun di antara ketiga orang ini yang akan mengkhitbahku terlebih dahulu, maka itulah yang akan aku terima, siapapun itu. Karena menurutku, tak baik juga berlama-lama melajang, apalagi terkadang interaksi yang menurut kita biasa-biasa saja melalui pesan WA, bisa jadi dianggap berbeda oleh orang lain.

   

Finally
Sumber gambar : bungabuket.com

              Hingga pada akhirnya aku pun mendengar kabar, bahwa pak Dosen dari Binus sudah selesai ujian disertasinya dan ia menghubungiku bahwa akan ke Bengkulu dalam waktu dekat. Saat ke rumah orang tuaku sama sekali ia tak membicarakan tentang pernikahan, hanya seperti bersilaturahmi biasa saja. Aku juga bingung pada awalnya. Hingga akhirnya sebelum ia pulang kembali ke Jakarta,aku mengantarkan sarapan ke hotel tempat menginapnya yang ada di Panorama, Lingkar Timur saat itu (ternyata perkara mengantar makanan untuk sarapan inilah yang kemudian membuatnya yakin bahwa akulah orang yang tepat untuk menjadi teman hidupnya; hal ini kuketahui setelah kami menikah :) ).

           Saat ia tiba di Jakarta, saat malam hari ia memberikan pesan WA padaku, isi pesan WA nya ‘ada baiknya kita menikah saja’. Aku saat itu cukup terkejut, lalu aku mengirim pesan balasan ‘yang benar ini? Masa iya?’ Dan jawabannya ‘iya’. Aku menceritakan pada mamaku perihal ini dan mamaku berkata kalau memang serius, silahkan datang kembali ke rumah dan langsung melamar dalam waktu dekat. Selang dua bulan, ia pun kembali ke rumah dan langsung melamarku. Walau setelah lamaran, rekan kerjaku berkata bahwa rekan kerjaku sesama pengajar di Bengkulu yang kuceritakan sebelumnya berencana akan melamarku juga dalam waktu dekat dan ternyata terlambat karena aku sudah dilamar. Saat aku datang ke kampus dan mengantar udangan padanya, ia berjanji akan datang, walau akhirnya kami tak pernah bertemu lagi hingga saat ini.

 

Yakinlah, Suatu Waktu Doamu akan Terkabul

          Ternyata, perkara jodoh itu mudah jika sudah waktunya. Sedari dulu aku memang menginginkan pasangan hidup seorang dosen dan akhirnya Allah kabulkan. Walaupun memang banyak ujian yang harus dijalani sebelum menemukannya. Dan pasti akan banyak ujiannya sebelum terkabulnya doa-doa tersebut.

          Tentunya banyak sekali lika-liku yang harus dilewati sebelum bertemu dengan jodoh. Bukan sekali dua kali aku merasa sepertinya ini adalah jodohku, walau terkadang saat sudah merasa klop, tetap ada saja halangan dan rintangan, hingga akhirnya tak jadi. Memanglah sabar dan doa yang akhirnya menjadi teman penantian saat itu, hingga akhirnya penantian itu berujung juga.     

         

Sekeping Cerita yang Semoga dapat menjadi Hikmah


Staycation Penghujun Tahun 2020 di Yello Hotel Harmoni Jakarta Pusat

Senin, 11 Januari 2021

 

Staycation merupakan alternatif bagi kami sekeluarga untuk mengisi liburan akhir tahun. Tadinya kami tidak merencanakan sama sekali untuk liburan di luar rumah di akhir tahun 2020, hal ini dikarenakan masa pandemi akibat covid19 yang masih belum usai. Tetapi dikarenakan kami pun merasa jenuh dan bosan berhari-hari di rumah, aku pun mempunyai ide untuk mencoba staycation di salah satu hotel yang ada di Jakarta. Dan ternyata ideku ini disambut baik oleh pak suami, padahal awalnya aku hanya iseng saja berbicara, sembari ragu bahwa ideku ini akan diiyakan oleh pak suami. “Yuk kita staycation aja yuk? Daripada gabut di rumah terus, hehe,” candaku saat itu. “Oh iya, boleh juga, kalau tidak ayo kita sesekali nginap di Puncak yuk,”ujar pak suami memberikan ide lain. “Boleh juga,” aku menyambut senang. Namun ternyata untuk bisa pergi dan menginap di Puncak, kami harus mengikuti rapid test terlebih dahulu dan untuk biaya rapid test kami bertiga saja sudah memakan biaya yang lumayan, belum lagi biaya transport dan menginap di sana, alhasil kami memutuskan untuk staycation di salah satu hotel saja di Jakarta.

Pak suami memberikan ide agar aku mencari hotel yang tidak jauh dari pusat perbelanjaan, agar nanti kami sekalian bisa berbelanja di sana. Tentunya hal ini beralasan, dikarenakan akhir tahun banyak sekali barang-barang yang dijual diskon hingga 75%. Wajar kami memilih untuk mengunjungi pusat perbelanjaan, dikarenakan selama masa pandemi covid 19 ini, kami memang hampir tidak pernah mengunjungi pusat keramaian saat di Jakarta. Hal ini dikarenakan kami cukup waspada dan berusaha menghindari penularan covid 19. Namun, di akhir tahun 2020, kami rasa sudah cukup aman pergi sebentar ke pusat keramaian, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Kami pun berencana untuk mengunjungi pusat perbelanjaan Mall Atrium Senen yang berada di Jakarta Pusat. Oleh karenanya, kami akan mencari hotel yang nyaman di sekitaran mall atrium. Pilihan kami pun jatuh pada Lumire Hotel yang lokasinya bersebalahan langsung dengan Mall Atrium Senen. Setelah memesan hotel dengan menggunakan aplikasi traveloka pada tanggal 25 Desember 2020, kami pun berencana untuk menginap (staycation) di hotel Lumire Jakarta Pusat pada tanggal 28 Desember 2020.

Senin, 28 Desember 2020

Tibalah hari H untuk kami pergi staycation  ke Lumire Hotel. Sekitar jam 14.00 kami (aku, pak suami dan Ayya) berangkat menggunakan gocar menuju Hotel Lumire. Setiba di sana, kami disambut oleh security.

“Maaf Bu sebelumnya, Ibu berencana menginap di hotel kami ya? Sebelumnya apakah Ibu sudah melakukan pembayaran?,” ucap security tersebut.

“Iya sudah, saya tinggal check in Mbak,” ujarku sembari membawa koper kecil.

“Maaf Bu sebelumnya, peraturan di Hotel Lumire, tidak boleh membawa tamu menginap di usia balita selama masa pandemi ini. Tetapi silahkan Ibu melapor saja terlebih dahulu kepada resepsionist di dalam, siapa tahu ada kelonggaran,” ujar Mbak security ramah.

“Oh baik kalau begitu, biar suami saya saja yang konfirmasi ke dalam.”

Pak suami pun melakukan konfirmasi di dalam. Aku berharap semoga bisa kami menginap di sini, karena lokasinya cukup strategis, di mana bersebelahan langsung dengan Mall Atrium Senen. Apalagi kawasan Senen Jakarta Pusat saat ini baru-baru saja dipercantik oleh pemerintah provinsi, sehingga banyak sekali spot-spot instagramable di sekitaran sini. Sekitar 5 menit pak suami keluar dari dalam lobby hotel. Ternyata aku diminta untuk masuk ke dalam lobby untuk mengonfirmasi kembali ke pihak resepsionis, dikarenakan pemesanan hotel di traveloka atas namaku.

Setibanya di dalam lobby, resepsionist tetap menjelaskan hal yang sama bahwa tidak boleh menginap di hotel ini dengan membawa balita, hal ini memang sudah kebijakan dari pimpinan selama masa pandemi. Aku agak kecewa, namun mau apalagi, karena memang sudah aturannya dan ternyata memang di traveloka telah terdapat warning bahwa hotel ini memiliki kebijakan tidak menerima balita sebagai tamu, namun aku kurang teliti membaca aturan saat memesan tiket hotel. Untungnya saja pihak hotel mau membantuku untuk melakukan refund (pengembalian dana) ke pihak traveloka. Semoga saja suatu saat nanti, kami sekeluarga bisa staycation di hotel ini.

Aku pun keluar hotel sambil menghampiri Ayya yang sednag bermain bersama pak suami di depan hotel. “Tetap nggak bisa Abi, nggak nasib kita nginap di hotel ini,” ujarku.

“Yasudah kalau begitu kita pulang saja,” ujar Pak Suami.

“Yah kok pulang? Kita cari hotel lain saja yuk? Siapa tahu ada yang mau menerima tamu balita Abi,” ujarku masih optimis.

“Yasudah kalau begitu, cobalah cari,” ujar Abi Ayya sambil kembali menemani Ayya naik turun tangga yang ada di depan hotel Lumire.

Sebenarnya menginap di hotel Lumire ini adalah usulan Pak Suami pada awalnya karena bisa sekalian berkunjung ke Mall Atrium yang berada langsung di samping hotel. Aku sendiri sebenarnya ingin staycation di Yello Hotel Harmoni, karena melihat Yello Hotel adalah salah satu hotel yang instagramable di Jakarta dan merupakan hotel bintang 3 yang mewah, bahkan berdasarkan review dari tripadvisor.co.id hotel ini serasa hotel bintang 5 dan tergolong hotel baru karena baru saja berdiri pada tahun 2016.

Aku pun mencoba untuk menelepon Yello Hotel Harmoni yang beralamat di Jalan Hayam Wuruk No.6 Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Aku menanyakan pada pihak hotel apakah hotel ini menerima tamu balita berusia 2 tahun atau tidak. Dan ternyata hotel ini menerima balita sebagai tamu hotel. Kemudian aku menanyakan kembali, apakah masih tersedia kamar untuk kami staycation  hari ini di sana? Syukurnya jawabannya adalah ya. Aku bertanya kembali, apakah masih tersedia untuk highfloor room? Dan ternyata masih tersisa 1 kamar, tetapi untuk bednya hanya tersedia 2 single bed. Sebenarnya aku agak kecewa dengan jawaban call center ini terkait bed, tetapi tak apalah tih nanti bednya bisa disatukan. Akhirnya aku iyakan saja untuk membooking kamar tersebut dan nantinya pembayaran akan dilakukan secara langsung di resepsionist saat kami tiba.

Yello Hotel Harmoni 
Sumber Traveloka.com


Kami pun bertolak dari hotel Lumire menuju ke Yello Hotel Harmoni dengan menaiki Gocar. Sekitar 15 menit perjalanan kami, karena jalanan Jakarta sore hari itu tidak begitu ramai kendaraan sehingga tidak menimbulkan macet. Tiba di hotel Yello, kami pun disambut security, sebelumnya kami ditanya kembali apakah sudah check in? Kami menjawab belum, kami hanya baru melakukan booking, kami pun dipersilahkan masuk, dengan sebelumnya mencuci tangan kami menggunakan handsanitizer yang disediakan pihak hotel.

Kami pun menuju ke lobi hotel yang berada di lantai 5 dengan menggunakan lift. Saat menaiki lift, desain ruangan di dalam lift didominasi dengan warna kuning. Sangat artistik menurutku desain liftnya, karena biasanya ruangan lift hanya didominasi warna abu-abu saja, namun hotel ini memiliki tampilan yang berbeda.

Setibanya di lantai 5 aku menuju resepsionist untuk melakukan check in. Desain di lobi hotel ini juga sangat menarik, ada beberapa kursi yang disediakan untuk tamu menunggu, ada juga meja yang diletakkan di depan kursi tunggu dan lagi-lagi desainnya amat menarik dan kekinian.

Ruang Tunggu Di Lobbi Hotel

Lobbi Hotel di Lantai 5

Setelah berhasil melakukan check in, aku diberikan kunci kamar 2616 dan dipersilahkan untuk menuju kamar melalui lift yang tersedia di samping kanan resepsionist. Kami bertiga pun naik ke lantai 26. Saat keluar dari lift, kami disuguhi lukisan abstrak yang cantik. Saat menuju ke lorong kamar, juga ada beberapa gambar astistik yang tak kalah menarik.

Tibalah kami di dalam kamar. Kamar ini didominasi dengan warna putih, abu dan juga kuning. Tergolong kamar yang minimalis, tetapi artistik, dengan latar tembok dihiasi dengan lukisan besar yang menggambarkan kawasan sekitar Yello Hotel Harmoni dengan view Monas. Nah, beruntung sekali kami mendapatkan kamar yang memiliki view langsung Monas.

View latar Kamar Tidur

Kamar ini memiliki fasilitas seperti kamar hotel kebanyakan yakni memiliki AC, 32 LCD TV, International and local Tv channels, Sofa, brankas, mini kulkas, tempat tidur, bantal, selimut, toilet (hot water, shower dan  toiletress, tea and coffee maker, 2 botol air mineral berukuran sedang, 2 cup gelas keramik, serta meja dan satu bangku yang menghadap ke kaca luar dengan view kawasan Harmoni Jakarta Pusat serta Monas.

Menurutku beragam fasilitas ini cukup mewah, karena dengan hanya membayar Rp 500.000,- kami sudah bisa menikmati fasilitas dan view yang menarik dari atas kamar dan juga bisa menikmati free breakfast keesokan harinya. Walaupun ada juga sedikit kekurangan, karena kamar hotel ini tidak kedap suara, sehingga suara-suara orang yang sedang mengobrol di kamar sebelah, sedikit banyak terdengar oleh kami. Mungkin saja untuk tipe kamar yang superior, ruangan kamarnya kedap suara.

 

Menikmati Sore dan Malam di kawasan Jakarta Pusat

Akhirnya kami bisa menikmati kawasan di sekitaran Jakarta Pusat, karena selama ini kami hanya berhari-hari stay di kawasan Jakarta Barat. Kami berencana untuk menikmati sore di dalam kamar hotel saja, sebelum akhirnya pada saat usai maghrib kami berencana untuk keluar hotel menuju Mall Atrium Senen untuk berbelanja. Sekitar pukul tujuh lewat kami tiba di Mall Atrium, kami pun berbelanja beberapa keperluan. Namun sayang, ketika akan pulang ke hotel kami tak sempat membeli makanan untuk dimakan di hotel karena gerai makanan sudah tutup lebih awal dikarenakan pandemi. Alhasil, aku hanya membeli snack kerupuk kentang dan juga minuman. Kami kembali ke hotel dengan menggunakan Gocar dan bermaksud memesan makanan melalui go food saja untuk makan malam. Namun lagi-lagi ternyata sudah banyak tempat makanan yang tutup di sekitaran hotel, padahal ada beberapa resto halal menarik yang ada di sekitaran Yello Hotel, seperti restoran Padang Sederhana, restoran Padang Merdeka, Resto Pondok Sedap Malam dan Resto Pondok Laguna yang terkenal akan masakan seafoodnya, Soto Sedaap Boyolali Hj.Widodo dan masih banyak lagi (aku di Jakarta sini cukup selektif memilih resto atau tempat makan, karena khawatir tidak halal). Namun keseluruhan dari resto yang kusebut tadi sudah tutup di jam 9 malam, dikarenakan peraturan pemerintah untuk mencegah penyebaran covid19. Akhirnya aku mencari-cari review makanan yang enak di sekitaran hotel yang masih buka lewat dari jam 9 malam. Dan akhirnya pilihan jatuh pada nasi goreng kambing Kebon Sirih Jakarta Pusat.Karena menurutku nasi goreng ini cukup viral, maka aku pun memesan dua porsi nasi goreng kambing, yang aku satu porsi dan pak suami setengah porsi (kok malah aku yang full ya, hehe).

Sekitar setengah jam nasi goreng pun tiba, kami pun makan malam dengan menu nasi goreng kambing yang menurutku cukup enak. Untuk rasa nasi goreng, sepertinya bumbunya ditambahkan bumbu kambing kemasan yang sering dijual di pasaran, hanya saja kelebihannya banyak sekali potongan daging kambingnya dan juga ukurandagingnya tebal-tebal. Selain itu juga nasi goreng ini dilengkapi dengan acar dan juga emping melinjo. Usai makan malam, aku pun menyempatkan diri untuk selfie sebentar dengan view monas yang tiangnya berwarna pink di malam hari. Usai selfie dan sejenak memandang kota Jakarta dari lantai 26 Yello Hotel aku pun bersih-bersih dan bersiap untuk beristirahat.



Selfie dari dalam kamar dengan view Monas






Pagi Hari di Yello Hotel Harmoni

Saat pagi hari, setelah mandi dan bersiap-siap kami menuju wok n tok (resto Yello Hotel Harmoni) yang berada di lantai 5. Setelah melapor pada petugas resto, kami pun dipersilahkan untuk masuk dan makan menu breakfast  yang tersedia hingga jam 10.00 wib. Untuk pengambilan menu ada beberapa venue yang dibolehkan mengambil sendiri, tetapi ada juga yang diambilkan. Selain itu, untuk mengambil makanan, kami dipersilahkan untuk menggunakan sarung tangan plastik, hal ini merupakan kebijakan dari pihak Yello Hotel selama masa pandemi. Tentunya meja tempat kami makan pun didesain sedemikian rupa agar tidak berdekatan dengan tamu lain.

Untuk suasana resto Wok n Top sendiri sangat artistik, tidak seperti resto kebanyakan, ada meja makan yang didesain seperti sangkar burung, tidak hanya itu lampu-lampu hias yang ada di langit-langit resto juga didesain apik sehingga tampak mewah. Suasana yang amat nyaman untuk bersantai di pagi hari.

Suasana di dalam Wok n Top Yellohotel Harmoni


Menu sarapan yang ditawarkan juga beragam, ada Asian food, Western Food, hingga traditional food. Aku sendiri memilih untuk mencicipi menu bakso kuah. Nah untuk menu ini, kami diambilkan oleh petugas resto, ada dua pilihan kuah, yakni kuah kaldu dan kuah taichan. Tentunya aku memilih kuah kaldu, karena takut akan kepedasan jika mencoba kuah taichan. Untuk porsi baksonya menurutku terlalu sedikit, dikarenakan biasanya makan bakso versi full dan kenyang, hehe, nah ini aku hanya disuguhi 3 bakso kecil (ada yang sapi dan dua bakso seafood), sedikit mie, dua sawi, bawang goreng dan sambal. Tapi cukuplah untuk ukuran sarapan dan ternyata rasa baksonya enak sekali.

Untuk pak suami sendiri, beliau request sarapan nasi. Aku pun mengambil nasi goreng yang kucampur dengan nasi putih, kemudian ayam fillet saos, tahu krispi, rendang dan juga tumisan sayur. Sementara untuk Ayya aku mengambil 1 pastry, 1 roti manis dan 1 donat coklat. Kami juga mengambil beberapa buah potong yang tersedia. Untuk minuman kami mencoba jus apel dan jus nanas. Usai menghabiskan menu sarapan, pak suami mengajak Ayya main ke wok n tok outdoor yang berada di samping resto, nah dari tempat outdoor ini dapat terlihat suasana sekitaran hotel dari lantai 5 hotel. Oh iya, hotel ini juga menyatu dengan hotel Haris Vertue dan Mall Harmoni Exchange sehingga semakin menambah kemewahan view ketika memasuki hotel.

Sebelum aku ikut juga ke bagian outdoor resto, aku ingin mencicipi menu yang lain. Pilihanku jatuh kepada menu western, di mana aku mencoba untuk mengambil daging bacon, sosis, beserta sausnya. Sebelumnya aku ragu daging bacon ini apakah halal dimakan atau tidak, tetapi setelah searching terlebih dahulu aku yakin bahwa daging bacon ini halal, karena terbuat dari daging sapi, walaupun pada awal mulanya daging bacon  memang terbuat dari daging babi. Dan ternyata menu ini amat enak, apalagi ada saos kacang merahnya, daging bacon juga memiliki rasa yang khas dan menggugah selera. Setelah merasa cukup, aku rasa-rasanya ingin mengambil dessert, yakni seperti salad buah atau yang lainnya. Tetapi rasa-rasanya perutku sudah cukup kenyang.

Aku pun menuju ke kawasan outdoor, ternyata di suasana outdoor terlihat ada kolam renang dari hotel Haris yang tepat berada di sebelah hotel Yello, kemudian ada beberapa tempat duduk untuk menikmati sarapan. Namun pagi itu angin cukup kencang, sehingga kami bertiga pun segera masuk ke dalam hotel.

Usai sarapan kami berencana untuk memasuki kawasan game station yang ada di lantai 7. Tapi setelah mencoba beberapa kali untuk naik ke lantai 7 melalui lift, kami tidak berhasil. Ternyata setelah hal ini dikonfirmasi ke resepsionist, lantai 7 memang di lock sementara semasa pandemi. Tentunya aku kecewa mendengar kabar ini, padahal lantai 7 YelloHotel Harmoni inilah yang menjadi incaranku, karena terdapat area bermain anak dan banyak sekali spot-spot menarik yang instagramable. Akhirnya kami memutuskan untuk mengitari kawasan luar hotel sebelum akhirnya check out pada jam 11.30 WIB.

Untuk lain waktu,aku ingin rasanya menginap di Yello Hotel Harmoni lagi, tetapi mencoba room yang family suite di lantai teratas YelloHotel Harmoni dan tentunya tetap memilih view Monas. Dan tentunya aku berharap agar pandemi segera usai, sehingga aku dan keluarga bisa menikmati fasilitas yang ada di lantai 7 Yello Hotel Harmoni.




Daikin, Solusi Memilih Produk AC Efektif dan Efisien

Sabtu, 31 Oktober 2020

 


Memilih pemenuhan keperluan untuk kenyamanan sehari-hari saat beraktivitas, tentunya harus dibekali dengan berbagai pertimbangan. Apalagi pilihan ini terkait dengan produk elektronik yang akan digunakan dalam kurun waktu yang cukup lama. Bukan hanya soal faktor daya tahan dan kenyamanan saja, tetapi efisiensi energi yang berkaitan dengan pengeluaran ekonomi juga harus jadi pertimbangan utama.

 

            Bagi masyarakat menengah ke atas saat ini, AC (Air Conditioner) adalah kebutuhan utama yang harus dimiliki demi kenyamanan beraktivitas. Terlebih bagi daerah-daerah yang memiliki suhu udara yang panas dan gerah saat musim panas tiba, AC adalah salah satu solusi agar bisa lebih nyaman dan betah beraktivitas di dalam ruangan indoor. Tidak hanya di perkantoran, tempat industri, ruang teater, museum, pusat pendidikan, tempat ibadah, pusat perbelanjaan saja yang membutuhkan adanya AC, namun di perumahan pun sudah wajib memiliki AC.

AC DAIKIN, solusi tepat memilih AC


            AC atau penyejuk udara merupakan sistem atau mesin yang dirancang untuk mengondisikan suhu udara dan kelembapan suatu area. AC bukanlah pendingin ruangan karena fungsinya untuk membuat suhu ruangan nyaman bagi tubuh manusia. Seperti diketahui bahwa tingkat kenyamanan ideal bagi manusia adalah pada suhu ruangan 240C-250C dengan tingkat kelembapan 40%-60%.

 

Pengetahuan Saat Memilih Produk AC itu Penting

            Jujur saja saya bukanlah orang yang memiliki pengetahuan yang banyak tentang AC. Saat ingin membeli atau mengganti AC, saya biasanya hanya sekedar searching artikel terkait AC yang awet, tahan lama serta ekonomis di internet dan juga mempercayakan review produk pemilihan AC pada tukang AC langganan yang sudah biasa memasang dan memperbaiki AC di rumah. Biasanya hanya dua pertimbangan itu saja yang saya gunakan, tanpa memiliki pengetahuan lebih mengenai AC.

            Padahal sudah seharusnya saya memiliki pengetahuan yang cukup mengenai AC sebelum memilih dan membeli produk AC. Hal ini dikarenakan akan sangat berpengaruh pada pengeluaran ekonomi yang akan kita tanggung tiap bulannya karena sangat berkaitan dengan penggunaan listrik. Selain itu pemilihan AC juga harus memperhatikan soal kenyamanan saat digunakan, tidak hanya soal bisa membuat ruangan sejuk saja, tetapi juga harus memiliki mesin outdoor yang tidak bising saat AC dinyalakan. Tentunya tidak semua produk AC bisa nyaman dipakai, apalagi AC yang tidak tahan pakai (kurang awet), pastinya kita jadi harus banyak mengeluarkan cost untuk biaya perbaikan.

            Saat memiliki banyak kebingungan tentang pemilihan AC yang tepat, untungnya saya diberi kesempatan untuk bertemu dengan Pak Undang Sumbaga selaku Direktur AC Daikin daerah Bengkulu, Jambi, Lampung dan Palembang dalam acara gathering bloggerbengkulu bersama Daikin ‘BobexDaikin’ yang diadakan di Foodpedia Bengkulu. Dalam acara tersebut, saya bersama teman-teman bloggerbengkulu kami diberi beberapa pengetahuan mengenai solusi tepat dalam memilih AC langsung oleh Pak Undang Sumbaga.

Pemaparan Tentang Tips Memilih AC dan Keunggulan Produk AC Daikin oleh Pak Undang Sumbaga
 

Berikut beberapa tips memilih AC yang disampaikan oleh Pak Undang Sumbaga, selaku Direktur Daikin Bengkulu, Central Elektro, Daikin Palembang, Daikin Lampung dan Daikin Jambi.

-          Comfort (Kenyamanan)

Mayoritas penggunaan AC adalah saat kita beraktivitas dan beristirahat di rumah, sehingga kenyamanan menjadi hal mutlak, dan kita tidak perlu menagalami kedinginan/kepanasan ataupun terganggu karena suara AC yang berisik.

-          Energy Efficiency (Efisiensi Energi)

Setidaknya kita menggunakan AC 6-8 ja, sehari dan AC merupakan alat rumah tangga yang mengonsumsi daya listrik paling besar hingga 50 % dari total tagihan listrik. Maka pemilihan AC hemat energi harus menjadi pertimbangan utama.

-          Durability (Daya Tahan)

AC merupakan alat rumah tangga yang memerlukan proses instalasi sehingga apabila AC yang kita gunakan berkualutas rendah dan tidak memiliki daya tahan cukup lama, maka akan menimbulkan masalah di kemudian hari terkait pembongkaran dan pemasangan AC.

-          Convenience (Kenyamanan)

AC yang memiliki kemampuan mendeteksi kerusakannya sendiri akan sangat membantu kita dalam proses perawatan selama penggunaannya. Fitur pengendali berbasis smartphone yang terkoneksi dengan wifi tentu akan semakin memudahkan kita dalam mengendalikan operasional AC.

 

Foto Bersama Pak Undang Sumbaga, usai acara DaikinxBobe

DAIKIN, Produk AC yang Tepat untuk Memenuhi Kebutuhan

             Berdasarkan penjabaran Pak Undang, AC Daikin memiliki beberapa keunggulan utama dalam pemilihan AC. Tentunya pernyataan ini memiliki bukti nyata, karena Daikin merupakan perusahaan elektronik besar yang hanya khusus memproduksi AC saja, sehingga untuk soal pengalaman dan kompetensinya tidak usah diragukan lagi.

            Sebelum berbicara lebih jauh tentang keunggulan AC Daikin, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu dengan PT. Daikin Airconditioning Indonesia yang menyediakan produk-produk AC Daikin di Indonesia.

 

Sekilas tentang PT.Daikin Airconditioning Indonesia

            Daikin adalah perusahaan Jepang yang memproduksi penyejuk udara yang berkantor pusat di Osaka. Perusahaan ini beroperasi di Jepang, China, Australia, India, Asia Tenggara, Eropa dan Amerika Selatan. PT. Daikin Airconditioning Indonesia didirikan pada bulan Juni 2012 dan menjadi bagian dari Daikin Global untuk menyediakan produk-produk AC berkualitas dunia dan melayani pasar Indonesia dengan beragam kebutuhan pelanggan. Adapun kebijakan mutu dari PT. Daikin Airconditioning Indonesia yaitu :

1.    Memenuhi persyaratan pelanggan untuk peningkatan kepuasan pelanggan dan berkomitmen untuk patuh terhadap regulasi dan/atau peraturan-peraturan yang berlaku di Indonesia.

2.     Menyediakan produk yang bermutu, berteknologi tinggi dengan harga bersaing.

3.      Menambah jaringan penjualan dan service di seluruh Indoneisa.

4.      Meningkatkan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia.

5.   Melakukan perbaikan terus menerus terhadap pelayanan dan efektivitas penerapan Sistem Manajemen Mutu.

Nah, saat melihat jaminan kebijakan mutu dari PT. Daikin Indonesia, maka bukan hal yang diragukan lagi untuk memilih produk Daikin sebagai AC pilihan.

           

Keunggulan Produk AC Daikin

1.      True Inverter

            Daikin berupaya keras dengan semangat yang kuat untuk mencapai solusi terkait dengan udara tempat kita hidup. Daikin telah memperkenalkan teknologi utamanya yang telah dikembangkanm dua di antaranya yaitu teknologi inverter dan refrigerant R32. Teknologi ini mampu menghadirkan kemudahan dan kehidupan yang lebih baik.

            Sebagian orang berpendapat bahwa AC non-inventer lebih cepat dingin dari AC inverter. Selain itu, AC inverter dianggap mudah rusak dan suku cadangnya mahal. Namun dalam hal ini Daikin memiliki solusi yang tepat, karena AC Daikin mampu menghadirkan True Inventer, yang memiliki beberapa keunggulan, berikut beberapa hal yang membedakan produk Daikin dengan produk lainnya sebagai True Inverter :

·         Fast Cooling (Comfort) :

Sebagai negara tropis yang memiliki suhu panas dengan kelembapan yang tinggi, konsumen cenderung memilih AC yang mampu menurunkan suhu ruangan dengan cepat. Daikin True Inverter memiliki Fast Cooling yang mampu mendinginkan suhu ruangan 28% lebih cepat dari AC noninventer.

·         Super PCB (Durability) :

Pada beberapa negara berkembang seperti di Asia, yang memiliki tegangan listrik yang tidak stabil, sehingga menyebabkan banyak perangkat elektronik yang tidak mampu beroperasi dan bahkan rusak. karena hal tersebut. Daikin menciptakan Super PCB untuk dapat menahan lonjakan tegangan listrik dari 130-440 V (FTKM Series) dan 150V-440V (FTKC/FTKQ series), agar dapat melindungi AC, sehingga tidak mudah rusak meskipun tanpa stabilizer.

·         Premium Cooling (Comfort):

Pada umumnya saat suhu ruangan diturunkan menjadi lebih dingin maka tingkat kelembapan akan berkurang, dan begitupun sebaliknya. Fitur ini memberikan pendinginan yang nyaman sekaligus menjaga kelembapan udara ruangan tetap terjaga (FTKM series).

 

2.      Comfort

Fitur yang paling signifikan untuk kenyamanan konsumen :

-          Premium Cooling

-          Mekanisme Coanda

-          3D Airflow

-          Tittanium Apatite Air Purifying Filter

-          Streamer

-          PM 2.5 Filter

-          Pembersih Otomatis

-          Mode Inverter Bertenaga

-          Operasi Hening Indoor Unit

-          Enzyme Blue Filter (New)

 

3.      Energy Efficiency

Fitur yang menentukan seberapa hemat dan efisien performa AC:

-          Performa Efisiensi

-          Mode Ekonomis

-          Intelligent Eye

-          Mode Low Watt

4.      Durability

Fitur ini merupakan parameter untuk AC yang tangguh :

-          Super PCB 130/150 V – 440 V

-          Operasi anti jamur.

-          Lapisan antikarat Outdoor Unit

5.      Convenience

Fitur ini merupakan fasilitas lain untuk membantu konsumen agar lebih nyaman dalam mengoperasikan AC.

-          Daikin Smart Wifi Control

-          Self Diagnosis

-          Pengaman dari Anak-anak

-          Weekly Timer

-          Mode Setelan Malam

-          Drain-pain yang dapat dilepas.

 

 

Nah tidak hanya fitur-fitur utama itu saja yang dimiliki AC Daikin, tetapi AC Daikin juga memiliki keunggulan lainnya :

 

·           Premium Cooling

AC Daikin tidak hanya menghadirkan suhu ruangan yang sejuk saja, tetapi  juga memiliki keunggulan lebih, yaitu menjaga kelembapan udara agar tetap stabil meskipun suhu ruangan rendah.

Dehumidifikasi membuat kenyamanan udara ruangan menjadi sempurna, Saat beristirahat di rumah, kita tidak hanya membutuhkan sekedar kesejukan atau mengatur temperature udara ruangan sesuai kebutuhan saja, namun untuk menjaga kelembapan udara  merupakan salah satu faktor penting untuk kenyamanan.

Fitur Premium Cooling memberikan kenyamanan yang maksimal, karena selain dapat mencapai suhu ruangan yang diinginkan, fitur ini juga dapat mengatur kelembapan pada tingkat ideal.

Pada AC konvensional jika kita menurunkan suhu menjadi lebih dingin, maka tingkat kelembapan akan turun dan kulit terasa kering serta virus lebih mudah aktif. Jika kita menaikkan suhu menjadi lebih panas maka tingkat kelembapan akan meningkat dan kita akan mudah merasa gerah serta jamur atau bakteri lebih mudah berkembang.

 

·            Coanda Mechanism

Untuk memberikan kenyamanan maksimal saat menggunakan AC, hindari hembusan udara langsung mengenai tubuh kita. Untuk itu Daikin menghadirkan fitur khusus yang disebut Coanda Mechanism atau mekanisme Coanda yang bisa menghembuskan aliran udara tidak langsung mengenai tubuh manusia.

Mekanisme Coanda membantu mengubah arah aliran udara menuju ke langit-langit ruangan dan turun secara perlahan. Sehingga memberikan kenyamanan yang maksimal, karena hembusan udara tidak langsung mengenai tubuh.

 

·           3D AirFlow

Aliran udara 3D merupakan fitur kenyamanan yang menggabungkan vertikal dan Horizontal Auto Swing untuk mengurangi fluktuasi suhu di dalam ruangan.

Fungsi ini mendistribusikan udara ke setiap ruangan untuk meratakan pendinginan. Untuk mengaktifkan aliran udara 3D, tekan kedua tombol vertical dan horizontal auto swing.

 

·                Indoor Air Quality

Nah untuk keunggulan ini, cocok banget untuk jadi acuan ketika memilih AC, karena fitur ini mampu menghilangkan bau dan antibakteri. Teknologi yang memiliki keunggulan ini disebut deodorizing filter Enzyme blue. Daikin merupakan perusahaan AC pertama kali yang menerapkan teknologi untuk Filter Pemurni Udara yang digunakan AC. Filter ini dapat secara konsisten bertahan hingga 3 tahun jika dicuci dengan air tiap 6 bulan sekali.

 

·                PM 2.5 Filter

Daikin menawarkan teknologi premium udara yang unik untuk melindungi lingkungan udara di rumah, kantor dan ruangan lain tempat beraktivitas. Daikin menjadi pemimpin dalam industri pengatur udara lebih dari 80 tahun dengan teknologi yang paling mutakhir termasuk pemurni udara.

PM 2.5 merupakan partikel halus atau bulir udara yang sangat kecil dan hanya berukuran 2.5 mikron yang sangat berbahaya bila terhirup dalam saluran pernapasan. Ketika kadar PM 2.5 di luar ruang meningkat, anda dapat mengurangi paparannya dengan masuk ke dalam ruangan meskipun beberapa partikel halus juga akan terbawa masuk.

Akumulasi dari banyaknya PM 2.5 yang terhirup dan mengendap di saluran pernapasan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang sangat serius, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Filter PM 2.5 sudah terpasang pada AC Daikin FTKM Series. Sedangkan untuk seri FTKJ, FTKC dan FTKQ adalah opsional.



 ·         High COP & EER Value

COP (Coefficiet of Performance/Koefisien Kinerja) pada AC mengindikasikan seberapa efisien unit itu memakai energi. COP yang lebih tinggi berarti efisiensi energy yang lebih rendah, dan tentu saja tagihan listrik juga lebih rendah. Tentunya hal ini juga menjadi pertimbangan yang penting, karena tentunya kita akan menjadi lebih hemat pengeluaran.

·      Intelligent Eye

Sensor mata cerdas (Intelligent Eye) mencegah pemborosan energi saat pengoperasian AC dengan menggunakan sensor inframerah untuk mendeteksi pergerakan manusia di dalam ruangan tersebut. Jika tidak ada gerakan selama 20 menit, maka sensor mata secara otomatis akan menaikkan suhu yang diatur sebesar 20C. Sekali Sensor Mata dihidupkan, akan beroperasi secara otomatis tanpa pengaturan lebih lanjut.

 

Daikin Smart Wi-Fi Control

Aplikasi pengontrol seluler Daikin memungkinkan anda mengelola AC Inverter Daikin dari mana saja dan membantu menjaga lingkungan rumah yang nyaman sert amenghemat energi. Aplikasi yang nyaman ini memberi kita kontrol penuh atas fungsi-fungsi inti seperti start/stop, mode operasi dan suhu yang diatur serta fitur-fitur canggih seperti penjadwalan mingguan. Aplikasi ini juga memungkinkan anda memantau sistem AC anda untuk memastikan kinerjanya sesuai keinginan.

 


Tipe AC Daikin

         Ac Daikin terbagi menjadi dua tipe, yakni tipe AC Daikin Inverter dan noninverter. Tentunya kedua tipe ini memiliki keunggulan masing-masing.



Tipe AC DAIKIN Seri Inverter



·      URUSARA 7

Urusara 7 meletakkan teknologi AC terbaru Jepang di ujung jari, memberikan pengalaman kenyamanan total dan unik bagi gaya hidup apapun. Pendingin dan pengatur kelembapan yang kuat sepanjang tahun hanya sebagai permulaan. Urusara 7 merupakan AC pertama di dunia yang menggunakan refrigerant generasi terbaru R-32. Seiring banyaknya fitur hemat energy, kinerja refrigerant yang lebih tinggi memberikan urusara 7 efisiensi energi yang tak tertandingi.

·      European Design

Desain dengan gaya Eropa yang tercermin pada seri European Design sekali lagi membuktikan  bahwa desain adalah segalanya. AC dengan desain elegan ini juga menampung teknologi pintar mutakhir yang memberikan kenyamanan dan kinerja luar biasa dalam situasi apa pun. Seri ini menjadikan Daikin terkenal dengan efisiensi energinya, berkat fitur seperti pendesainan ulang kompresor ayun yang dikenal dengan Swing Compressor. Sistem ini benar-benar merupakan solusi total untuk desainer, arsitek dan pemilik rumah yang mengutamakan konsep desain yang elegan.

·      Premium Inverter

Premium Inverter merupakan AC Inverter terbaru yang menggantikan Hi Inverter yang telah hadir lebih dulu. Premium Inverter memiliki ragam pilihan untuk kebutuhan dengan banyak pilihan fitur untuk kenyamanan keluarga seperti Filter PM 25 yang mampu menjaga kualitas udara pada ruangan.

·      Star Inverter

Seri inverter adalah AC inverter terpopuler dari keluarga AC Daikin Inverter karena performa yang tangguh dan fitur yang cukup lengkap. Dengan memiliki mode low watt, econo mode dan inteliigent eye memosisikan sebagai AC inverter yang hemat dan efisien.

·      Flash Inverter

Nyaman dan bertenaga walaupun kondisi listrik sering tidak stabil.

 

Tipe AC DAIKIN Seri NonInverter.


·      SMS (SuperMiniSplit)

Dimensi ringkas, Kendali aliran udara canggih dan bertenaga yang memberikan kenyamanan maksimal.

·      Lite

Seri Lite memberikan harga yang terjangkau. Seri ini memberikan pengalaman pendingin terbaik sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

·      Breeze

Ekonomis dan Ringkas . Seri ini memberikan anda keseimbangan sempurna antara efisiensi energy, kemudahan penggunaan dan produk yang ramah lingkungan.

 

 

 Kecanggihan Lain dari AC DAIKIN

Berdasarkan pasar tempat tinggal di Indonesia, R&D Daikin Industries LTD (Jepang) berkolaborasi dengan PT. Daikin Airconditioning Indonesia untuk menciptakan AC Multi-S.

Produk ini sesuai dengan kebutuhan pasar di Indonesia, di mana memiliki 3 keunggulan, yaitu Hemat tempat, Hemat energi dan Hemat daya listrik. Setelah sukses dengan AC Multi-S 2 koneksi, sekarang dengan bangga Daikin memperkenalkan generasi terbaru AC Multi-S 3 koneksi.


            Nah, banyak sekali kan keunggulan dan kecanggihan yang dimiliki AC Daikin? Tentunya kita tak ragu untuk membeli AC Daikin ini, karena bukan zamannya lagi untuk tidak hemat energi. Untuk memiliki AC Daikin di daerah Bengkulu, kita bisa mendatangi Central Elektro Bengkulu yang terletak di Jalan Salak Raya no. 99 Lingkar Timur. Atau bisa menghubungi Telp. 07367324997. Hp/WA 081284816735. Atau mengunjungi IG central­_elektro-bengkulu.




daikinxBobe