Top Social

Staycation di Badjoeri Ethnic Wooden HomeStay Lembang

Kamis, 03 Februari 2022

                 Pekarangan halaman yang asri, penuh dengan bunga-bunga segar yang tumbuh dan tertata rapi. Tatanan bangunan ruang yang didominasi dengan kayu nan etnik. Belum lagi beberapa tatanan hiasan antik artitistik, kian memanjakan mata. Di salah satu bagian sisi jalanan Lembang, semilir udara sejuk dan dingin menyapa kami saat itu.

 

Badjoeri Ethnic Wooden HomeStay Lembang

            Penghujung Desember 2021, aku beserta keluarga kecilku berencana untuk menghabiskan liburan akhir tahun di Tanah Pasundan, Jawa Barat. Salah satu destinasi utama kami yakni mengunjungi Lembang, salah satu daerah wisata yang amat dikenal di Tanah Pasundan, Bandung Jawa Barat. Bagi aku dan suami, mengunjungi suatu tempat di saat liburan panjang akhir tahun adalah merupakan salah satu reward bagi kami, hal ini dikarenakan betapa hecticnya kehidupan kami di Jakarta. Bisa dikatakan, saat weekend pun terkadang suami bekerja hingga sore, bahkan malam hari. Aku yang notabene ‘bekerja dari rumah’, juga tentu saja ikutan hectic dikarenakan harus mempunyai tenaga ekstra untuk menjaga batita dan mengurus rumah tangga dengan beragam printilannya. Oleh karenanya, tak ada salahnya menurutku untuk sesekali berlibur di akhir tahun, sembari merefresh kembali semangat kami.

            Aku diberi kesempatan oleh suami untuk memilih sendiri tempat tinggal yang akan kami tinggali ketika kami berkunjung ke Lembang nantinya. Jujur, aku sama sekali tidak mempunyai gambaran tentang beberapa penginapan di Lembang. Aku memang pernah berkunjung ke sana, tetapi aku tidak sampai menginap, hanya sekedar berwisata, dikarenakan lebih memilih untuk tinggal di rumah salah satu family di Kota Bandung.

            Aku pun memilih untuk mencari beberapa penginapan recommended yang ada di Lembang berdasarkan rating review yang tersedia di google. Dari beberapa tempat, salah satu tempat yang mencuri perhatianku adalah badjoeri etchnic wooden homestay. Dari gambar yang disajikan beberapa bagian dari tempat tersebut sangatlah etnik dan asri. 


Foto : Dokumen Pribadi


         Rasanya asyik juga bisa staycation di tempat tersebut menurutku. Tanpa berpikir panjang, akhirnya aku memesan penginapan tersebut dengan menggunakan aplikasi agoda. Biaya permalam untuk 1 kamarnya adalah Rp 600.000,- dengan free sarapan pagi. Jika dilihat saat ini, harga di aplikasi agoda hanya di harga Rp 380.000,- - Rp 475.000,- untuk kamar superior double room. Mungkin harga saat liburan penghujung tahun memang sedikit lebih tinggi dari harga biasanya. Adapun lokasi penginapan ini di Jl. Sersan Bajuri No.43, Setia Budi, Lembang, Bandung Jawa Barat.

 

Pemandangan Sekitaran Homestay yang Unik Dan Asri

            Hari itu tanggal 28 Desember 2021, kami tiba di penginapan sekitar pukul 02.00 wib. Suasana udara yang sejuk menyambut kami hari itu. Saat tiba di depan penginapan tersebut, aku agak bingung sebenarnya, karena ramai terlihat orang-orang yang sedang makan siang di café dbadjoeri yang ada di bagian depan penginapan tersebut. Aku memberanikan diri untuk masuk ke café, sementara Ayya (anakku) dan suamiku menunggu di halaman depan.


Halaman Depan HomeStay yang Asri Dipenuhi Bunga


            Tiba-tiba aku dihampiri salah satu Bapak berusia paruh baya, ia menyapaku ramah. Aku mengatakan bahwa aku sudah memesan 1 kamar di sini melalui aplikasi Agoda, atas nama Ayu Wardani. Beliau mengiyakan dan segera menagajakku untuk menuju ke kamar yang telah disewa. Aku pun mengajak serta suamiku beserta Ayya untuk ikut masuk. Ternyata kamar kami berada di lantai 2. Dengan menggunakan tangga kayu kami naik ke lantai atas.

             Penginapan tersebut keseluruhan terbuat dari kayu, tak ada satu pun dinding batu. Saat pertama kali masuk, banyak sekali barang-barang antik tersedia di sana. Ada tanduk kerbau di pajang di salah satu ruang, tanduk rusa yang juga dipajang di sisi ruang lainnya dan ada juga dua ekor musang yang diawetkan digantung di dekat tangga menuju lantai atas, dan masih banyak lagi  barang antik yang diletakkan, cantik dan etnik.

Salah Satu Ruangan di HomeStay Badjoeri Ethnic Wooden HomeStay
Sumber Foto booking.com


            Kami dipersilahkan memasuki salah satu ruangan kamar yang cukup besar ukurannya, dengan satu dipan dan kamar mandi yang berada di dalam kamar (dengan fasilitas pancuran air panas dan dingin). Saat menatap kamar yang diberikan untuk kami, memang sesuai dengan apa yang digambarkan di Agoda. Ada beberapa barang antik yang terdapat di dalam sana. Ada lukisan abstrak, kain ulos Batak yang dijadikan hiasan dinding, mesin jahit tua yang terlipat, beberapa gantungan antik di dekat kaca rias dan tak lupa juga ada jendela berkusen kayu yang dapat dibuka. Ada juga 1 TV tabung yang bisa dinikmati beberapa siaran TV local. Tersedia juga beberapa perlengkapan toiletries, seperti handuk, sabun cair, pasta gigi dan sikat gigi. Di dekat dipan juga terdapat sajadah dan alquran.





 

Kamar Tidur yang Etnik, kental dengan nuansa kayu. 

Suasana malam yang eksotis dan mendamaikan.

            Udara malam membuat kami merasa kedinginan di dalam penginapan, walaupun tidak dilengkapi dengan AC. Jujur, kami tidak memiliki referensi yang cukup untuk  makan malam di mana saat itu. Akhirnya kami memesan makanan di café badjoeri saja. Saat tiba di depan café, petugas menyatakan bahwa sebenarnya café telah tutup, tetapi karena kami adalah tamu homestay, maka tak apa kami dipersilahkan untuk makan malam, tetapi dengan catatan menu yang tersedia hanyalah bakso malang. Kami setuju untuk memesan bakso malang. Rasanya cukup menikmati bakso untuk mengganjal perut kami yang kosong malam itu. Apalagi sore tadi usai hujan, sehingga sangat cocok untuk menikmati bakso malang.



Suasana Malam yang Eksotis

            Oh ya,di café dBajoeri ini juga disediakan menu lainnya, seperti pempek, nasi ayam goreng, siomay dan beberapa menu lainnya yang terbuka untuk umum (masyarakat luar) yang ingin menikmati sajian makan siang hingga malam hari di sekitaran homestay. Hanya saja jika berkunjung di malam hari, café hanya buka hingga pukul 08.00 wib malam saja dan menu yang tersedia hanya bakso malang, berbeda dengan siang hari yang menunya lebih lengkap.


  Baca juga Staycation Penghujung Tahun 2020 di YelloHotel Harmoni Jakarta      

               

Serasa Pulang Ke Rumah Kakek

            Keesokan hari, kami berniat untuk berwisata menikmati suasana Lembang. Sebelum pergi, kami sempat mencoba berfoto di beberapa bagian penginapan. Sangat instagramable menurutku, ada beberapa bagian sisi, yang menurutku seperti mengenang nenekku dahulu yang senang duduk di kursi yang sama dengan yang ada di tempat ini. Nenekku dari pihak Ibu memang asli Pasundan dan aku benar-benar merasakan sedang bernostalgia dengan masa kecilku ketika menginap di sini.



Berpose di Kursi Etnik tepat di Depan Kamar yang Kami Inapi



Kursi Etnik di samping Kamar.



            Pemilik HomeStay ini pun sangat ramah, aku sempat berbincang sebentar dengan pemilik homestay tersebut sebelum kemudian mengakhiri staycation kami di sana. Aku sempat bertanyamengenai beberapa rasa penasaranku tentang tempat ini. Aku penasaran apakah ini sudah lama menjadi homestay atau awalnya adalah rumah pribadi saja? Karena ada beberapa foto keluarga yang cukup banyak dipajang di beberapa sisi. Terdapat juga beberapa benda antik dan beberapa baju adat beserta pelengkapnya, apakah keluarga yang memiliki tempat ini adalah seniman? (penasaran sekali aku, hehe). Untungnya pemilik homestay tersebut dengan senang hati menjawab semua rasa penasaranku.

Salah Satu Sudut HomeStay
Terdapat beberapa foto keluarga dan koleksi baju adat.
       

         “Begini Teteh, ini sebenarnya dahulunya memang rumah pribadi, hanya baru sekitar 4 tahun dijadikan homestay untuk bagian lantai duanya, sementara lantai 1 nya tetap kami tinggali. Menyoal mengenai banyaknya barang antik yang ada di dalam homestay tersebut memang hanya hobi saja mengumpulkan barang antik, sementara untuk beberapa baju adat yang ada, itu dapat digunakan oleh para tamu yang datang sebagai tamu homestay untuk berfoto dan menggunakan baju adat secara gratis,” ujarnya menjelaskan.

            “Oh.. begitu Bu, saya kira, keluarga Ibu adalah keluarga seniman, jadi seringkali mengadakan pertunjukan begitu dengan beberapa baju adat,” ujarku tersenyum tipis sebelum akhirnya mengakhiri perbincangan kami.

            Secara keseluruhan, badjoeri etchnic wooden ini recommended untuk dikunjungi, hanya saja menurutku perlu ditingkatkan lagi segi kebersihan kamarnya, karena ada beberapa sisi yang terlihat berdebu, seperti kipas angin yang agak berdebu, bagian jendelanya juga sedikit berdebu dbagian kayunya. Seharusnya juga tersedia layanan cleaning room untuk tamu yang menginap lebih dari 1 malam, sehingga lebih nyaman lagi digunakan untuk bermalam.


Sarapan Pagi dengan Suasana yang Sejuk dan Nyaman


            Untuk sarapan yang kami terima tentu saja enak dan bersih. Hari pertama kami disuguhi nasi goreng jagung pipil, hari kedua kami disuguhi nasi kuning. Dua menu yang sangat lezat disantap di pagi hari yang dingin. Selain itu, ada juga beberapa kue tradisional yang disediakan, seperti nogosari, bakwan, pisang coklat, ubi goreng dan masih banyak lagi. 

Suasana Pagi yang Sejuk di Sekitaran HomeStay


            Bagi kalian yang ingin ke Lembang bisa mengunjungi homestay ini ya. Sangat recommended, sangat instagramable dikarenakan cukup dekat untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di sekitaran Lembang, seperti Farm House, The Great Asia Africa, Lembang Wonderland, Floating Market dan masih banyak lagi.