Top Social

Cooking For Healing

Senin, 22 Februari 2021

             Sebagian dari kita pasti pernah merasa jenuh dan bosan atas aktivitas yang dijalani. Terlebih saat ini, kita semua sedang dalam satu ujian yang sama yakni dalam masa pandemi covid19  yang membuat beberapa aktivitas kita menjadi terbatas dan terasa monoton. Yang seharusnya kita bisa bebas berkunjung ke tempat wisata saat weekend atau hari libur panjang, untuk saat ini sepertinya lebih baik kita berpikir berulang kali untuk melakukannya.


Lonjakan kasus covid 19 semakin tinggi, sementara tidak sedikit juga masyarakat yang abai akan protokol kesehatan. Belum lagi biaya test antigen yang tinggi ketika ingin berkunjung ke luar kota, membuat kita juga berpikir untuk lebih menghemat budget dibandingkan harus mengikuti keinginan untuk berlibur.


            Suka tidak suka, mau tak mau saat ini kita sudah hampir satu tahun hidup berdampingan dengan virus corona. Awal kedatangan virus ini tentu saja membuat ku juga cukup stres, karena suami melarang untuk pergi ke luar rumah, bahkan untuk membeli sayur saja kami membelinya secara online. Sempat waktu itu aku menangis tengah malam karena membayangkan hari-hariku yang sangat membosankan berada di rumah. Namun, seiring berjalannya waktu, kami pun memberanikan diri untuk keluar rumah, dengan menggunakan protokol kesehatan tentunya. Kesehatan pun sangat kami jaga, pokoknya kalau bisa jangan sampai sakit. Jika sudah mulai timbul gejala tak sehat, semisal flu atau demam, maka kami prioritaskan untuk istirahat total. Aku dan suami pun rutin mengkonsumsi habbattussauda dan madu setiap hari untuk menjaga imun tubuh kami dan alhamdulillah menurutku kedua obat herbal ini amat nyata khasiatnya.


                                


            Sebelumnya, aku sering sekali flu berat minimal satu bulan sekali, tetapi semenjak rutin mengkonsumsi dua obat herbal tersebut, penyakit flu yang menimpa ku sudah jarang bahkan nyaris tak pernah kambuh. Selain itu kami sekeluarga juga berusaha meluangkan waktu minimal satu kali seminggu untuk berolahraga berjalan kaki sekitar 1 jam saat pagi atau sore hari di sekitaran komplek rumah.


            Selain menjaga kesehatan fisik, tentunya sangat penting juga menjaga kesehatan rohani. Sangatlah wajar ketika kita merasa jenuh saat ini. Biasanya saat sudah tak tahu lagi harus bagaimana, aku biasanya suka mendengarkan ceramah via youtube, biasanya aku akan mencari keyword sesuai dengan suasana hati yang sedang kualami, misalnya ‘ketika sedang bersedih’ atau ‘tips agar bersabar’ atau misalnya ‘mengapa aku diuji’.


Saat ini aku sangat suka mendengar ceramah yang disampaikan oleh Ustad Dr.Syafiq Riza Basalamah, karena menurutku penyampaian ceramah oleh beliau amat enak didengar dan hal-hal yang disampaikan sesuai dengan sunnah dan syariat. Biasanya setelah mendengarkan ceramah beliau, serasa ada lecutan rasa optimis dan ada rasa untuk segera introspeksi diri.

 

Cooking for Healing

            Terkadang kita sudah berusaha untuk semaksimal mungkin bersabar dan kuat menjalani hari-hari. Bahkan berusaha untuk meningkatkan ibadah dan mendengarkan ceramah agar hati tak cepat ‘berkerut’. Namun apa daya, terkadang air mata menetes jua, entah apa sebabnya, kita pun tak bisa mengetahui. Namun jika ditanya jujur, penyebabnya adalah jenuh, ingin kembali seperti dulu lagi, ingin hidup normal kembali. Namun tentunya hal ini tak mungkin untuk digapai dalam waktu dekat, butuh waktu yang panjang tentunya.


            Tentu tak mungkin juga kalau kita terus terhanyut dalam rasa sedih. Biasanya kalau hati sudah mulai tak karuan, aku akan mencoba untuk memasak menu-menu baru yang belum pernah aku masak sebelumnya. Mulai dari membeli bahan dan memilih bahan aku lakukan sendiri. Biasanya aku berbelanja seminggu sekali ke pasar tradisional, nah berbelanja bahan makanan pun sebenarnya menjadi hiburan tersendiri loh bagi ku pribadi. Untuk bahan-bahan yang dikira tak ada di pasar tradisional, biasanya aku akan membelinya di minimarket dekat rumah.


            Untuk resep masakan yang aku masak, biasanya aku ambil resepnya dari food influencer yang ada di instagram. Aku punya salah satu foodinfluencer favorit yang ada di Instagram. Menurutku menu yang dimasak luar biasa, namun bahan dan caranya gampang, jadi seperti easy cooking gitu. Selain itu, Mbak yang satu ini menurutku kocak abis, kadang suka ketawa gitu kalau lagi baca caption atau story yang diupload di IG.


           Adalah Mbak Andini Putri Pribadini a.k.a @andinskitchen yang notabene sekarang stay di Bekasi, setelah sebelumnya ia stay di Palopo (Sulawesi Selatan), yang resep-resepnya suka aku recook dan aku stalking (ups!, hehe), karena berisi ide-ide masak yang menurutku easy cooking tapi hasilnya maksimal.

           

            Nah berikut adalah hasil recook resep dari Mbak Andin, yang sudah aku praktekkan dan rasanya menurutku endeuus banget dan cara masaknya gampang.

 

CORNDOG HANJIPYEONG




            Nah buat para pecinta drakor, pasti tahulah ya,sama Oppa Hanjipyeong yang ada di start up? Pasti tahu lah,masa iya nggak, wkwk. Nah Oppa satu ini kan suka banget makan corndog tuh, nah cemilan ini nih ternyata gak sulit loh bikinnnya. Menurutku setelah selesai recook emang enak banget ini makannnya, apalagi pas lagi hangat-hangat gitu, jadi mozarelanya melar-melar gitu pas digigit. Berikut resep dan cara buatnya yah, dengan resep yang sedikit aku modifikasi (recook by Andinskitchen)

 

Bahan Tepung Basah :

180 ml susu UHT cair

1 butir telur

150 gram terigu

2 sdm gula pasir

½ sdt garam halus

2 sdt baking powder

(semua bahan dicampur rata menggunakan whisker/sendok, diamkan di dalam freezer selama 20 menit)

.

.

Bahan tepung kering :

Tepung terigu biasa secukupnya

Tepung Roti halus secukupnya

(masing-masing pisahkan dalam piring yang berbeda).

.

.

2 buah sosis ukuran besar dipotong tiga

6 potong keju mozzarella (dipotong sesuai panjang ukuran sosis).

6 tusuk sumpit bamboo.

.

.

Gula halus secukupnya untuk taburan.

Parsley kering untuk taburan

Saos sambal/ tomat dan Mayonaise untuk cocolan.

.

Cara membuat :

1 Tusuk sosis, kemudian mozzarella di bagian atas.

2. Gulingkan ke adonan tepung kering, adonan basah, terakhir tepung roti, ulangi dua kali ya, lalu rapikan seperti pentungan ayam.

3. Goreng di minyak yang sudah panas (minyaknya agak banyak agar terendam), kecilkan api agar tidak cepat gosong. Goreng sebentar saja.

4.     Angkat,tiriskan

5. Tata rapi di atas piring saji, taburkan sedikit gula halus dan parsley.

6. Cocol dengan saos sambal dan mayonnaise. Selamat mencoba.

 

Baca juga 

Resep Cumi Asam Manis ala Yue

Resep Bakso anti gagal


Nah untuk resep yang kedua yaitu,


 TAHU BAKSO LUNAK

(Untuk resepnya aku modif sedikit yah)



Bahan :

500 gram daging (sekitar 200 gram daging ayam+300 daging sapi yang ada sedikit lemaknya)

10 sdm tepung tapioka

2sdm bawang putih iris goreng

1 sdt garam

2 sdt kaldu jamur/kaldu bubuk

1,5 sdt gula pasir

2 butir telur

(semua bahan digiling halus dengan menggunakan chopper yah).

.

.

4 tahu cina putih (usahakan jangan yang asem yah), ptong bagi dua jadi segitiga,kerok tengahnya, sisa kerokan tahu masukkan ke adonan chopper tadi lalu aduk rata.

.

.

Bahan kuah :

2 batang daun bawang

1 batang seledri

2 sdt garam

2 sdt kaldu jamur/kaldu bubuk (Sesuai selera, kalau sukaasin tambahkan saja kira-kira)

Secukupnya merica bubuk

Kurang lebih 2 liter air.

.

.

Pelengkap :

Beberapa lembar Pokcoy, rebus sebentar, tiriskan.

Irisan daun bawang

SambelRawit (rawit+bawang putih,direbus lalu haluskan dengan blender, tumis dengan sedikit minyak hingga wangi, gunkan api kecil agar bau mesin blender hilang, kemudian masukkan secukupnya garamdan kaldu bubuk).

.

.

Cara membuat :

Masukkan daging giling ke tahu yang sudah dikerok sebelumnya,kemudian kukus.

Karena ada sisa adonan daging gilingnya, aku masukkan 1 buah tahu cina, lalu aku bulatkan seperti bakso,aku rebus sebentar lalu kukus hingga matang.

.

Didihkan air, masukkan 2 sdm bawang putih iris yang telah digoreng+2 batang bawang daun+seledri+kaldu jamur+merica bubuk+garam.Masak hingga mendidih.

.

Susun di mangkok, tahu bakso lunak, bakso lunak,kuah, pokcoy rebus.Siram dengan kuah yang sudah didihkan, tambahkan irisan daun bawang, tambahkan sambel rawit. Lezaat, pas banget dihidangkan waktu musim hujan seperti sekarang.

 

 

POKCOY SIRAM SAUS TIRAM

(Untuk resep sedikit aku modifikasi ya)



Bahan :

Sekitar 18 buah daun pokcoy berukuran sedang

3,5 sdm bawang putih yang diiris, lalu goreng hingga kering kecoklatan, kemudian cincang kasar.

.

Bahan saos tiram :

200 ml air

2 sdm kecap manis

1 sdm kecap asin

1 sdm saos tiram

¾ sdm minyak wijen

1 sdt gula pasir

1,5 sdt kaldu bubuk

½ sdt garam halus.

2 sdm maizena

(Letakkan seluruh bahan saos di atas panci aduk hingga rata, lalu masak hingga mendidih).

.

.

Cara membuat :

Rebus sebentar Pokcoy di air yang telah mendidih (Jangan terlalu lama, agar pokcoy masih berwarna hijau dan masih krenyes-krenyes saat dimakan)

Siram dengan saos tiram, kemudian tata bawang putih goreng cincang di tengahnya.

Ini rasanya enak banget segar. Mirip dengan masakan chinesse food gitu.Dijamin nagih. Yuk dicoba.

 

            Nah, sahabat sekalian, itu tadi 3 resep hasil recook aku dari resep Mbak Andin yang ada di Ig @Andinskitchen. Yakin deh sama aku,memasak itu healing banget loh buat kita-kita. Apalagi masakan yang kita buat hasilnya enak dan nagih, tambah senang deh rasanya. Tapi harus ingat juga ya, kalau masak itu bawaannya harus happy dan ikhlas loh, karena di balik masakan yang enak, biasanya ada dapur yang berantakan dan cucian piring yang menumpuk, hehe. Tapi toh gak masalah kan ya, selagi dikerjakan dengan happy, pasti dapur bakalan kinclong lagi dan tentunya hati ikutan happy karena ada makanan enak. So, tunggu apalagi, yuk masak.

 

 

                                   

 

 

Pelatihan Pengembangan Bisnis UMKM Kuliner

Minggu, 14 Februari 2021

 Kelas Online Pelatihan Pengembangan Bisnis UMKM Kuliner 

Melalui SkillAcademy.com By Ruang Guru



    Secara sadar atau tidak, kehidupan masyarakat Indonesia sangatlah berkaitan dengan para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Bayangkan saja, ketika pagi hari sebagian dari kita sudah terbiasa untuk kulineran dengan membeli bubur ayam, belum lagi membeli gorengan, atau lontong sayur. Belum lagi ketika ada keperluan rumah tangga yang dirasa perlu untuk dilengkapi, semisal minyak goreng, garam, atau sabun mandi, maka kita juga akan berbelanja ke warung yang ada di dekat rumah. Selain itu, ketika rambut kita serasa sudah tidak rapi, salon/barbershop di dekat komplek rumah juga tak absen kita datangi.

 

        Menurut UU Nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), defenisi dari Usaha Mikro yakni usaha produktif milik orang perorangan atau badan usaha milik perorangan, sementara Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar. Usaha Menengah sendiri memiliki pengertian yaitu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar.

        Secara sederhana, UMKM dapat didefinisikan berdasarkan pendapatan yang dihitung pertahun. Untuk Usaha Mikro merupakan suatu usaha yang dimiliki oleh seseorang dengan pendapatan bersih  pertahun di bawah Rp50 juta, jenis barang yang dijual tidaklah sama, tempat usaha tidak menetap, dan cenderung tidak melakukan administrasi keuangan secara jelas. Usaha Kecil merupakan usaha yang memiliki pendapatan bersih di bawah Rp 300 juta pertahun; tidak ikut serta dalam kegiatan ekspor/impor dan modaljuga terbatas. Sementara Usaha Menengah adalah usaha yang memiliki keuntungan bersih tidak lebih dari Rp 500 juta per bulan (dihitung tidak berdasarkan kekayaan tanah dan bangunan). Usaha Menengah telah memiliki manajemen usaha yang modern, pernah melakukan administrasi keuangan dan memberkan jaminan sosial kepada para pekerja.

Pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di Indonesia semakin hari semakin meningkat jumlahnya. Hal ini jelas faktanya dikarenakan menurut BPS, untuk data tahun 2020 jumlah ratio usia produktif Indonesia berada di angka 70,72 % dari jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 270,20 juta jiwa. Usia-usia produktif inilah yang kemudian menjadi para pelaku UMKM.

Keberadaan para pelaku usaha UMKM ini tidak dapat dipandang sebelah mata, karena keberadaan mereka inilah yang mampu mengurangi jumlah tingkat pengangguran dan imbasnya adalah mampu meningkatkan daya serap ekonomi di Indonesia.

 

UMKM di Bidang KULINER yang Menjanjikan

Usaha UMKM yang cukup digandrungi saat ini adalah UMKM yang bergerak di bidang kuliner. Banyak sekali hadir bentuk-bentuk UMKM di bidang ini, seperti usaha warung tenda, usaha catering makanan, usaha minuman kekinian (minuman boba, milktea, dsb); usaha kuliner unik kekinian (aneka kreasi makanan yang dikemas menarik dan kekinian, seperti corndog ala Korea, dimsum bakar, brownies fughy, dsb); serta usaha cemilan (seperti keripik talas, keripik sukun, stik sayur, dsb); dan masih banyak lagi.

Keberadaan UMKM kuliner yang makin tinggi tingkat peminatnya, membuat daya saing di bidang ini pun menjadi semakin tinggi. Butuh banyak kemampuan untuk meningkatkan omset setiap bulannya agar mampu bertahan. Tidak hanya tingkat kreatifitas yang diperlukan dalam mengelola UMKM kuliner, namun juga dibutuhkan manajemen keuangan yang baik, teknik marketing communication  yang baik dan juga pengetahuan digital marketing yang mumpuni. Kesemua kemampuan ini harus dan wajib dimiliki sebenarnya oleh para pelaku UMKM, karena jika dikuasai dengan baik, tentunya akan menjaikdan pelabelan ‘UMKM Naik Kelas’ bisa menjadi kenyataan.

 

Upaya Peningkatan Kualitas Usaha UMKM Kuliner

Dalam upaya peningkatan kualitas usaha UMKM di bidang kuliner, tentunya dibutuhkan proses pembelajaran di dalamnya. Tentunya sulit jika para pelaku UMKM saat ini harus datang berkumpul untuk mendapatkan pembelajaran di suatu tempat, megingat saat ini kita sedang diserang wabah pandemic covid 19. Belum lagi mereka harus mengeluarkan budget yang terkadang tidak sedikit untuk satu kali pelatihan, dikarenakan biaya transportasi menuju lokasi pelatihan bisa jadi cukup tinggi. Belum lagi biaya registrasi pelatihan yang juga tinggi (yang tidak semua pelaku UMKM mampu membayar biayanya).

Oleh karenanya untuk mengatasi persoalan di atas, kelas online bagi pelaku Usaha UMKM di skillacademy.com by Ruang Guru hadir untuk dapat menjadi salah satu pilihan yang tepat bagi pelaku usaha UMKM dalam meningkatkan kemampuan bisnis. Selain biaya yang dikeluarkan terjangkau, para peserta di kelas online ini juga bisa dibimbing oleh para ahli yang expert di masing-masing bidangnya.


Sumber Gambar www.skillacademy.com


 Rekomendasi Kelas Online yang Harus diikuti Bagi Pelaku UMKM, khususnya UMKM Kuliner.

      Di Skillacademy.com sendiri tentunya banyak sekali kelas yang bisa diikuti untuk mengembangkan kemampuan bisnis. Kelas-kelas yang dibuka memiliki tema-tema pelatihan yang menarik dan kekinian.


Sumber Gambar www.skillacademy.com



        Berikut adalah dua kelas yang sangat saya rekomendasikan untuk diikuti bagi para pelaku UMKM, khususnya usaha kuliner, baik bagi yang baru akan memulai atau pun yang ingin mengembangkan usahanya.

 

     Kelas Online Bisnis dan Keuangan di skillacademy.com by Ruang Guru


Sumber Gambar : www.skillacademy.com


Di kelas online UMKM skill academy  diadakan kelas belajar online bagi para pelaku usaha UMKM, dengan para pembimbing yang sangat menguasai bidangnya. Khusus untuk para pengusaha UMKM di bidang kuliner yang baru akan memulai atau yang ingin mengembangkan usahanya direkomendasikan mengikuti kelas-kelas ini, terkhusus bagi pelaku usaha UMKM di skill academy ini.

 Salah satu kelas yang recommended yakni kelas dengan kategori Bisnis dan Keuangan dengan tema kelas ‘Sukses Mengelola Keungan UMKM’. Tentunya pengetahuan skill mengelola keuangan amat penting bagi pelaku UMKM kuliner untuk mengembangkan usahanya dan agar terhindar dari mengalami kerugian. 

Di dalam kelas ini akan dibahas tuntas mengenai pembukuan, mulai dari pengenalannya, mengetahui konsep dasar akuntansi, dan juga pembukuan berbasis akrual. Tentunya kelas ini sangat baik untuk  diikuti oleh para pemilik bisnis UMKM kuliner, baik pebisnis pemula atau pun para pebisnis yang ingin mengembangkan bisnisnya. Bagi yang ingin mengetahui pembukuan dasar akuntansi atau mempelajari lebih lanjut tentang akuntansi, ataupun bagi pebisnis pemula yang memerlukan dasar dalam akuntansi pembukuan. Adapun tujuan umum dari kelas ini adalah para peserta dapat memahami dan menjelaskan tahapan pembukuan untuk mengelola UMKM yang tepat.

Instruktur pada kelas ini yakni Bernard Hasiholan, serorang Head of Finance di salah satu start up teknologi di Jakarta. Sehari-hari ia bekerja memimpin 4 tim,yaitu tim Finance, Accounting, Tax dan Investor Relations & Legal. Dunia akuntansi sudah ia geluti sejak ia menempuh pendidikan S1 di Universitas Indonesia, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,jurusan akuntansi. Selain itu, Bernard juga memiliki sertifikat Professional Financial Modeller di tahun 2016.

Topik yang dibahas dalam kelas ini yakni pengenalan pembukuan, pembukuan berbasis kas, konsep dasar akuntansi, pembukuan berbasis akrual, Summary, serta Self Assesment. Nah sebelum memulai kelas, terdapat course overview dalam bentuk video dan diadakan midtest bagi peserta. Kemudian setelah berlangsung setiap materinya terdapat midtest pada masing-masing materi (tentunya hal ini dilakukan untuk mengukur pemahaman peserta terkait materi yang telah dipelajari). Seusai seluruh materi dan tes dilangsungkan juga akan ada ujian akhirnya.

Para peserta akan mendapatkan 6 video pembelajaran, sertifikat, serta dua dokumen. Selain itu ada bonus tambahannya, yakni bisa mengikuti career mentoring untuk mendapatkan panduan membuat CV, menyusun profil LinkedIn, menulis surat lamaran dan cara menghadapi interview. Kelas ini sendiri mendapatkan ulasan User 4.9 dari 4560, recommended banget kan!

Nah, untuk biaya mengikuti kelas ini, kita hanya perlu membayar Rp 150.000,- , di mana kelas ini sebenarnya dibanderol dengan harga Rp 500.000,- . Jika kita mendaftar sekarang juga, maka akan mendapatkan potonngan tersebut. Jadi menurut saya worth it banget dong ya!, dengan harga segitu kita bisa dibimbing oleh orang professional dan mendapatkan banyak manfaat tentunya. Karena urusan kemampuan mengelola keuangan dengan baik, merupakan kewajiban nomor satu yang harus dimiliki oleh para pengusaha UMKM kuliner.

 

-          Kelas Online 2 Jam Pahami Digital Marketing untuk Memulai Bisnis Anda

Nah, untuk kelas bisnis yang satu ini juga sangat recommended diikuti oleh para pelaku bisnis UMKM kuliner. Karena seiring perkembangan zaman, kemampuan memasarkan produk melalui perangkat digital amat diperlukan. Pada kelas ini, peserta akan diajak untuk melihat potensi digital marketing untuk entrepreneur dan pelaku bisnis. Di sini akan dipelajari tentang perbedaan offline dan digital marketing, mulai dampaknya, biayanya serta orang yang terlibat. Instruktur akan mengajak para peserta untuk melakukan target audience dan menerapkan berbagai platform digital marketing untuk bisnis. Dengan mengidentifikasi masing-masing platform sebagai media digital marketing, maka diharapkan para pelaku UMKM mampu menentukan sendiri platform dan chanel marketing mana yang cocok untuk bisnisnya.

        Kelas ini dipandu oleh instruktur bernama Rama Dhonanto, di mana ia telah aktif dalam dunia digital marketing selama lebih dari lima tahun. Saat ini, ia menjabat sebagai CEO dari perusahaan digital agency, Heroleads Indonesia. Latar belakangnya sebagai digital marketer membuatnya banyak membantu perusahaan dari berbagai sektor untuk menangani masalah periklanan. Ia juga pernah bertugassebagai mentor, penasihat dan dosen tamu di beberapa universitas serta peusahaan digital terkemuka di Indonesia dalam hal marketing.

        Kelas ini mendapatkan review 5 dari 50.000 peserta (wow banget kan ya!). Di kelas ini juga terdapat 17 video, pembelajaran, exam, 2 dokmen dan sertifikat. Untuk mengikuti kelas ini, kita hanya harus membayar uang sebesar Rp 213.000 (kita bisa hemat Rp.767.000,- loh jika daftar sekarang). 

Nah, menurut saya untuk kelas yang dipandu instruktur sekeren dan seexpert ini, dengan bayaran sebesar itu sangat-sangat worth it loh! Bayangkan dengan hanya membayar dengan besaran uang tersebut, kita bisa mendapatkan berbagai pengetahuan terkait digital marketing. Bagi usaha UMKM Kuliner tentunya ini penting sekali, karena zaman sekarang konsumen terkadang memutuskan untuk membeli produk kuliner berdasarkan review dan iklan yang ada di dunia digital.

 

Dengan berkembang pesatnya usaha UMKM kuliner di Indonesia, tentunya membuat para pelaku usaha ini harus mampu bersaing dengan baik. Masih banyak sekali kelas-kelas terkait pengembangan usaha UMKM recommended lainnya yang dapat diikuti di skillacademy.com by Ruang Guru. Untuk saat ini tentunya, siapa pelaku usaha yang memiliki kemampuan, itulah yang akan bertahan.

 

 

 

Sumber Referensi :

Maulida,Sri https://www.researchgate.net/publication/322538819_Peluang_dan_Tantangan_Pengembangan_Usaha_Mikro_Kecil_Menengah_UMKM_Dari_Berbagai_Aspek_Ekonomi/link/600fd64c299bf14088c0caec/download

https://setkab.go.id/hasil-sensus-penduduk-2020-bps-meski-lambat-ada-pergeseran-penduduk-antarpulau/

https://www.merdeka.com/jateng/mengenal-kepanjangan-umkm-beserta-jenis-dan-contohnya-kln.html?page=2

https://skillacademy.com/

 

Tradisi Makan Bandeng Di Betawi

Senin, 08 Februari 2021

             Siapa di sini yang tak kenal dengan ikan bandeng? Ikan bandeng memiliki rasa yang khas jika dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Rasa daging ikannya amat gurih dan memiliki tebal daging yang cukup tebal. Di Indonesia sendiri,ikan bandeng cukup mudah untuk ditemui, karena banyak dijual di pasar maupun tempat pelelangan ikan.

            Ikan bandeng merupakan jenis ikan air asin Pasifik berwarna perak yang bertelur di perairan pantai dangkal. Habitat asli ikan ini adalah di laut asln,tetapi sudah banyak yang membudidayakannya juga di air tawar.Pembudidayaan ikan ini dikarenakan jumlah permintaan pasar yang tinggi untuk mengkonsumsi ikan bandeng.

            Produk olahan ikan bandeng pun telah banyak diproduksi,salah satunya adalah bandeng presto. Makanan khas Semarang ini,tentunya amat disenangi oleh banyak masyarakat. Bandeng presto memiliki rasa yang khas dan juga nikmat,apalagi jika disantap dengan sambal pedas dan juga nasi panas,hmm,yummy!!.

            Ikan bandeng jika diolah dengan menggunakan presto, manfaat yang didapatkan justru lebih banyak. Hal ini dikarenakan saat dipresto, sisik ikan bandneg tidak dibuang. Sisik ikan bandeng ternyata kaya akan kolagen dan mengandung antioksidan,sehingga dapat melindungi sel tubuh dari radikal bebas.

 

Tradisi Makan Bandeng di Betawi

            Saat menjelang perayaan imlek seperti sekarang ini, di daerah Betawi terdapat tradisi makan bandeng. Khususnya di daerah Jakarta Barat,yakni di Rawa Belong, akan ditemukan penjaja ikan bandeng dadakan saat musim imlek akan tiba. Bandeng yang dijual saat menju perayaan imlek berbeda dengan bandeng kebanyakan,karena rata-rata memiliki bobot 2 kg per ekor.  Bahkan menurut pengakuan salah satu penjual ikan bandeng di Rawa Belong (Seperti dilansir dari megapolitan.kompas.com), ikan bandneg khusus untuk Imlek dipelihara khusus, agar bobot yang dimiliki lebih besar dibandingkan ikan bandeng biasanya. Pedagang ikan bandeng pun meraup untung yang tak sedikit saat perayaan imlek akan tiba.

            Tentunya, aku pun merasakan tradisi imlek ini ketika sudah tiga tahun tinggal di sekitar Jakarta Barat. Berdasarkan pengamatanku memang banyak sekali penjual ikan bandeng dadakan yang hadir menjelang perayaan imlek. Di sekitaran jalan Rawa Belong (dekat dengan Universitas Bina Nusantara, akan banyak penjual ikan bandeng, tentunya dengan ukuran bandeng yang besar-besar dan segar.




            Tradisi makan Bandeng di Betawi ini sebenarnya bukan berarti masyarakat Betawi yang mayoritas muslim turut merayakan Imlek, hanya saja memang masyarakat ini akan mengadakan tradisi makan bandeng bertepatan dengan perayaan imlek. Biasanya bandeng akan dimasak pindang, dipanggang atau dimasak asin. Menjelang imlek itu sendiri, biasanya ada tradisi kirim bandeng ke rumah mertuabagi masyarakat asli Betawi. Semakin besar dan banyak ikan bandeng yang dibawa maka akan dianggap menantu kesayangan (unik ya tradisinya J ).

            Untuk tradisi mengantar bandeng bagi masyarakat asli Betawi tidak hanya dilakukan saat menjelang imlek saja, tetapi juga dilakukan saat akan melakukan hantaran ke rumah calon mertua. Biasanya bandeng yang dibawa juga bandeng yang berukuran besar. Semakin besar ikan bandeng yang dibawa, maka akan dinilai semakin baik calon menantunya.

 

Tradisi Makan Bandeng Bagi Masyarakat Cina di Betawi Saat Imlek

Saat imlek tiba, masyarakat Cina yang ada di Betawi juga menyantap ikan bandeng. Ikan bandeng dianggap membawa unsur air dalam perayaan imlek, di mana dalam perayaan imlek terdapat unsur air, darat dan udara yang harus disajikan dalam menu masakan. Pakar kuliner Wiliam Wongso (dikutip dari kumparan.com) menyatakan bahwa ikan bandeng dalam sajian imlek, melambangkan ikan dalam bahasa Cina yakni ‘Yu’yang berarti kekayaan dan keberuntungan. Selain itu menurutnya ikan juga dapat menjaga dirinya dari berbagai hambatan.

Biasanya masyarakat Cina Betawi membeli ikan bandeng berukuran besar juga saat perayaan imlek.Karena ikan bandeng ini beukuran besar,makaketika disantap duri-durinya pun berukuran besar, sehingga tidak membahayakan seperti bandeng-bandneg kecil kebanyakan yang banayk duri kecilnya. Menurut Wiliam Wongso ikan bandeng tersebut tidak dipotong-potong atau dibelah,melainkan disajikan utuh, karena jika dipotong akan memotong rezeki. Biasanya ikan tersebut akan dimasak pindang, asam manis, pesmol, kukus dan dibakar.

             Ikan bandeng tidak hanya enak disantap, tentunya ikan ini juga memiliki beragam manfaat loh bagi kesehatan. Berikut beberapa manfaat mengkonsumsi ikan bandeng.

1.      Menjaga Kinerja Fungsi Syaraf

Ikan bandeng memiliki kandungan B1 atau tiamin,di mana vitaminini berperan penting dalam menjaga fungsi sistem syaraf, melancarkan pencernaan dan juga mencerna karbohidrat.

2.      Mencerdaskan Otak

Ikan bandeng banyak mengandung omega 3, di mana asam lemak esensial (omega 3) tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Oleh karenanya sangat baik untuk mengkonsumsi bandeng. Seperti diketahui,omega 3 sangat baik untuk meningkatkan kecerdasan,khususnya pada anak.

3.      Merawat Kesehatan Tulang dan Gigi

Kandungan kalsium, magnesium dan fosfor pada ikan bandeng sangat penting untuk membantu memenuhi kesehatan tulang  dan gigi, terkhusus pada anak yang masih dalam masa pertumbuhan.  Sering mengkonsumsi ikan bandeng dapat mencegah kerusakan tulang di kemudian hari.

4.      Mencegah Anemia

Kandungan vitamin B12 dan asam folat pada ikan bandneg memiliki fungsi dalam pembentukan sel darah merah.Hal inilah yang dapat membantu mencegah anemia. Seperti diketahui anemia dapat menimbulkan gejala lemah dan lesu.

5.      Menjaga Daya Tahan Tubuh

Kandungan vitamin A, zat besi, dan protein pada ikan bandeng memilikiperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh, khususnya pada anak. Selain itu, protein juga dibutuhkan untk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak serta membuat komponen imunitas untuk melawan infeksi virus.

 

 

 

 

Sumber

https://www.alodokter.com/ini-manfaat-ikan-bandeng-untuk-mpasi, diakses pada tanggal 8 Februari 2020.

Mengenal Politik Populis

Senin, 01 Februari 2021

Populis, satu padanan kata ini bisa jadi belum terlalu familiar di khalayak umum. Jika dibandingkan dengan istilah demokrasi dalam dunia politik, tentunya istilah populis masih kalah pamor. Padahal secara sadar maupun tidak, dalam dunia kepemimpinan politik, istilah ini seringkali digunakan. Strategi populis juga acapkali digunakan untuk meraih dukungan suara dalam pemilihan umum. Lalu, apa itu populis?  

 

Terminologi Populis dan Sejarah Populis.

Istilah populis hadir berdasarkan ideologi populisme yang berarti suatu paham politik kerakyatan; suatu ide dan aktivitas politik yang digunakan untuk memenuhi keinginan rakyat kecil, menyejahterakan rakyat kecil (menengah ke bawah).

Kehadiran populis didasarkan pada sejarah yang berbeda-beda pada setiap belahan dunia. Seperti di Rusia dan Amerika Serikat, gerakan populis hadir berdasarkan bentuk perlawanan yang dilakukan oleh gerakan petani pada pemerintah sebelumnya yang terjadi pada abad ke 19. Sementara, di Amerika Latin dan Eropa, kehadiran populisme berlangsung menjelang abad ke 20, ditandai dengan kehadiran Hugo Chavez di Venezuela dan hadirnya politisi Marine Lepen dari partai Front Nation di Perancis. Khusus di Amerika Latin, kehadiran gerakan populis didasari pada suatu bentuk perlawanan terhadap penindasan neoliberalisme[1], di mana kebijakan neoliberalisme yang dilakukan pemerintahan sebelumnya menyebabkan gejolak sosial yang meresahkan, khususnya bagi kaum buruh.

 

Kehadiran Populis di Amerika Latin

Kehadiran populisme di Amerika Latin cukup fenomenal, hal ini dikarenakan Hugo Chavez yang merupakan anggota militer justru lebih mendukung gejolak perlawanan rakyat untuk melawan pemerintah pada saat itu yang memberlakukan kebijakan neoliberalisme. Chavez membangun gerakan revolusioner yang kemudian dikenal dengan Gerakan Revolusioner Bolivarian, di mana nama gerakan ini terinspirasi oleh gerakan revolusioner yang dilakukan oleh seorang pejuang revolusi Amerika Latin bernama Simon Bolivar yang berhasil mengalahkan Spanyol dan kemudian menjadi tokoh pahlawan pujaan di beberapa negara Amerika Latin, termasuk Venezuela.


Hugo Chavez,salah satu pemimpim dengan gaya populis di Venezuela
Sumber Gambar en.wikipedia.org

Pada gerakan revolusioner tersebut, Chavez berhasil memenangkan pemilu pada tahun 1998, dan berhasil menduduki jabatan presiden. Dengan membawa kebijakan populis, Chavez berhasil melaksanakan integrasi sosial dan anti imperialisme dalam kehidupan masyarakat Venezuela.

Soyomukti (2007) dalam bukunya yang berjudul Revolusi Bolivarian Hugo Chavez dan Politik Radikal menyebutkan beberapa kebijakan Chavez yang banyak diperuntukkan untuk menyejahterakan rakyat kecil, seperti pemberian pinjaman tanpa bunga bagi petani yang tidak memiliki tanah garapan dan kepada kaum perempuan melalui Bank Pembangunan Perempuan. Berdasarkan kebijakan tersebut, ekspor pertanian Venezuela meningkat pada tahun 2004-2005. Selain itu, Chavez juga sangat memperhatikan program peningkatan mutu pendidikan bagi masyarakat kecil dan memberikan jaminan kesehatan bagi warga miskin. Chavez merupakan salah satu pemimpin yang terbukti menggunakan kebijakan populisme hingga akhir jabatannya pada tahun 2013.

 

Kehadiran Populis di Eropa

Sementara itu, di Eropa, khususnya di Perancis, Marine Lepen cukup menjadi sorotan sebagai salah satu tokoh populis, di mana sebagai politisi Marine Lepen menggaungkan gerakan xenophobia[2]. Pada tahun 2014, Lepen yang berasal dari partai Front Nationale berhasil meraih suara terbanyak pada pemilu legislatif di Perancis. Marine mengungkapkan bahwa kemenangannya merupakan suatu bukti bahwa rakyat telah bersuara lantang dan keras, mereka tidak ingin dipimpin lagi oleh para komisioner Uni Eropa dan teknokrat yang tidak melalui tahap pemilihan[3].


Marine Lepen
Sumber Gambar dailymail.co.uk

Kemenangan Marine Lepen menandakan terdapatnya suatu bentuk peralihan yang terjadi pada masyarakat Eropa dalam hal dukungan politik, di mana sebelum kehadiran Marine Lepen masyarakat Eropa cenderung mendukung para politisi-politisi yang membawa kebijakan mainstream.  Swoboda dan Jan Marinus (2008) dalam tulisannya yang berjudul Consolidating New Democracies menerangkan bahwa alasan orang-orang Eropa berpaling dari politik mainstream dan kemudian beralih pada populisme dikarenakan adanya kekhawatiran akan perilaku pemerintahan sebelumnya yang cenderung korup. Swoboda dan Jan Marinus melanjutkan bahwa, para politisi populis di Eropa lebih disukai karena cenderung menawarkan solusi yang realistis bagi beberapa permasalahan yang sedang menimpa masyarakat.

 

Kehadiran Populis di Asia

Untuk wilayah Asia sendiri, kehadiran populisme ditandai dengan kehadiran para pemimpin-pemimpin populis, seperti hadirnya Thaksin Shinawatra di Thailand pada tahun 2001 yang berhasil memenangkan pemilu dan kemudian menduduki jabatan sebagai perdana menteri. Sementara itu, di Filipina, hadir nama Estrada sebagai tokoh pemimpin populis Filipina yang berhasil meraih dukungan massa pada pemilu tahun 1998 dan pada akhirnya berhasil menduduki jabatan sebagai presiden. Sebagai pemimpin yang berlatar belakang seorang aktor (entertainment), Estrada berhasil mendulang dukungan massa dengan menawarkan program penanggulangan kemiskinan di Filipina. Sementara itu, di Korea Selatan hadir tokoh populis, Roh Moo Hyun’s yang berhasil memenangkan pemilu tahun 2002 dengan membawa program memberantas korupsi dan anti Amerika.

Kehadiran beberapa tokoh populis yang menandai kemunculan populisme, menandakan bahwa populisme merupakan suatu bentuk ideologi politik yang cukup diperhitungkan dalam dunia politik, khususnya yang berkaitan dengan gaya kepemimpinan. Hingga saat ini, gaya kepemimpinan populis masih saja menarik perhatian masyarakat, khususnya ketika berlangsungnya kampanye politik, di mana di dalam masa ini perebutan kekuasaan merupakan suatu agenda yang amat diperhitungkan oleh para politisi yang sedang bertarung.

 

Kehadiran Populis di Indonesia

        Di Indonesia sendiri, untuk gaya kepemimpinan populis sudah seringkali digunakan dari zaman Soeharto, hingga yang paling kentara saat ini adalah gaya kepemimpinan yang digunakan oleh Bapak Jokowi (terkhusus saat masa kampanye politik berlangsung. Dahulu, Soeharto semasa masa kepemimpinannya seringkali duduk minum teh bersama para petani, mendengarkan 'suara petani' langsung dari sawah, ditambah simbol penggunaan topi petani di pinggir sawah seringkali ditampilkan pada media saat itu. 

Untuk selanjutnya, gaya kepemimpinan populis seringkali dicitrakan oleh Bapak Jokowi, di mana dalam memilih tampilan, beliau seringkali menggunakan tampilan sederhana. 

Jokowi
Sumber Gambar news.detik.com

Belum lagi istilah blusukan yang sangat lekat pada kepemimpinan Jokowi saat awal menginjakkan kaki di dunia politik saat menjabat sebagai walikota Solo tahun 2005, beberapa tahun sebelum kemudian menjadi gubernur Jakarta dan selanjutnya menjadi Presided RI saat ini.



Gaya kepemimpinan populis yang dipahami sebagai gaya kepemimpinan yang dekat dengan rakyat kecil ini banyak digunakan hingga saat ini, baik dalam skala kepemimpinan nasional maupun daerah. Namun tentu saja, kita sama-sama sepakat bahwa gaya kepemimpinan ini seharusnya senantiasa bertahan hingga masa kepemimpinan berlangsung, bukan hanya digunakan saat kampanye politik saja.

 



[1] Neoliberalisme merupakan suatu paham ekonomi, di mana negara meletakkan seluruh keputusan ekonomi pada pasar, contohnya negara tak campur tangan dalam penentuan upah pekerja, diserahkan penuh keputusan kepada pemilik kerja dan pekerja (sumber :cnnindonesia.com)

[2] Suatu gerakan anti terhadap orang asing, yang hadir dari kalangan moderat. Kehadiran gerakan ini ingin mengurangi imigrasi secara besar-besaran.